PROBOLINGGO, Saksimata.my.id - Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Kraksaan menggelar bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-103 Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus implementasi program SAE Kesehatan. Kegiatan dipusatkan di SD Cahaya Cendekia Pondok Pesantren Nurul Qadim 4, Desa Glagah, Kecamatan Pakuniran, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan KH Hafidzul Hakim Noer bersama Ketua PC LKNU Kota Kraksaan Sugianto dan jajaran pengurus.
Dalam bakti sosial itu, LKNU menggelar khitanan massal dengan jumlah pendaftar 106 anak. Dari jumlah tersebut, 103 anak berhasil menjalani khitan, sementara tiga lainnya batal ditindaklanjuti karena dua anak tidak hadir dan satu anak mengalami kelainan hipospadia sehingga harus dirujuk ke rumah sakit.
Selain khitanan, panitia membuka layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diikuti 135 peserta. Pemeriksaan meliputi tensi darah, nadi, gula darah acak, asam urat dan kolesterol. Kegiatan donor darah juga digelar dengan 27 pendaftar, di mana 22 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darah.
Layanan pengobatan komplementer dimanfaatkan 30 warga. Sementara itu, penyuluhan kesehatan gigi dan mulut diikuti 208 siswa TK dan SD.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, LKNU menerjunkan 35 perawat, dua tenaga umum, satu dokter gigi, dua mahasiswa kedokteran, tiga ATLM, dua bidan, 10 asisten dan tenaga umum, dua koordinator serta satu konsultan media dokter spesialis bedah.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Baznas Kabupaten Probolinggo, Yeni MS Glow, PPNI, IDI, IAI, PATELKI, PDGI, Skincare Medical Aesthetic dr Inayatun, Puskesmas Glagah dan sejumlah mitra lainnya.
Ketua PC LKNU Kota Kraksaan Sugianto menegaskan, bakti sosial ini merupakan bentuk pengabdian konkret NU kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan.
“Ini bukan sekadar seremoni Harlah, tetapi momentum menghadirkan manfaat nyata bagi umat,” tegasnya.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan KH Hafidzul Hakim Noer menambahkan, NU bukan hanya organisasi keagamaan, melainkan rumah besar dengan berbagai lembaga yang aktif melayani masyarakat.
“NU hadir melalui layanan kesehatan, sosial dan kemasyarakatan. Ke depan kami menargetkan memiliki pelayanan kesehatan mandiri seperti klinik bahkan rumah sakit,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor dan mitra yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut hingga berjalan lancar dan sukses.
(Red)
