ODGJ Misterius Terungkap, Data Negara Gagal Deteksi - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

25/03/2026

ODGJ Misterius Terungkap, Data Negara Gagal Deteksi

 

Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo menangani seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tanpa identitas yang ditemukan terlantar di Kecamatan Tongas, hingga akhirnya berhasil dipulangkan ke keluarganya di Kabupaten Banyuwangi, Rabu (25/3/2026).


PROBOLINGGO, Saksimata.my.id - Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo menangani seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tanpa identitas yang ditemukan terlantar di Kecamatan Tongas, hingga akhirnya berhasil dipulangkan ke keluarganya di Kabupaten Banyuwangi, Rabu (25/3/2026).

Penanganan kasus ini mengungkap celah serius pada sistem pendataan kependudukan. Kepala Dinsos, Rachmad Hidayanto, menyebut klien pertama kali ditemukan pada 27 Februari 2026 dan langsung dievakuasi ke RSUD Tongas untuk pemeriksaan awal.

Namun, saat dilakukan perekaman biometrik, identitas klien tidak ditemukan dalam basis data kependudukan nasional. Kondisi ini memaksa Dinsos mengambil langkah lanjutan dengan merujuk pasien ke RSU Menur Surabaya guna menjalani perawatan kejiwaan intensif.

Selama dua pekan observasi, pendekatan persuasif dilakukan oleh tim medis dan pekerja sosial. Hasilnya, klien mulai mampu berkomunikasi dan mengungkap identitasnya sebagai Hariyanto, warga Desa Karangsari, Kecamatan Sempu.

Temuan ini langsung ditindaklanjuti dengan penelusuran lapangan oleh Dinsos. Verifikasi membuktikan identitas tersebut valid, dan keluarga yang bersangkutan siap menerima kembali.

Dinsos kemudian melakukan proses terminasi dan reintegrasi sosial dengan mengantarkan klien ke Dinas Sosial Banyuwangi untuk serah terima resmi sebelum dipulangkan ke keluarganya.

Kasus ini menyoroti lemahnya integrasi data kependudukan dalam menangani kelompok rentan. Rachmad menegaskan, penanganan ODGJ tanpa identitas membutuhkan koordinasi lintas sektor yang solid, mulai dari tenaga medis hingga pemerintah daerah.

Ia juga menekankan bahwa penanganan tidak berhenti pada aspek kesehatan, tetapi harus memastikan keberlanjutan sosial melalui pemulihan dan pengembalian ke lingkungan keluarga secara layak.

(Fahrul Mozza)

Post Top Ad