Probolinggo, Saksimata.my.id - Polres Probolinggo Kota membagikan sekitar 500 paket takjil kepada masyarakat di depan Mapolres dan kawasan Alun-Alun Kota Probolinggo, Kamis (27/2/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres bersama jajaran pejabat utama dan Bhayangkari ini disebut sebagai bentuk kepedulian Ramadan, namun juga menjadi bagian dari strategi pendekatan sosial kepolisian di ruang publik.
Sebanyak 200 paket dibagikan kepada pengendara di depan Mapolres, sementara 300 paket lainnya disalurkan di kawasan Alun-Alun yang menjadi pusat aktivitas warga menjelang waktu berbuka puasa.
Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri menyatakan kegiatan tersebut merupakan upaya membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan selama Ramadan.
“Ini bagian dari upaya mendekatkan diri dengan masyarakat. Semoga bermanfaat dan membawa keberkahan,” ujarnya.
Secara kelembagaan, kegiatan tersebut sejalan dengan tugas Polri sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Pasal 13 yang menegaskan fungsi Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada publik. Pendekatan preventif melalui kegiatan sosial juga kerap digunakan untuk membangun kepercayaan masyarakat (public trust).
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengeluarkan imbauan kamtibmas agar masyarakat menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum seperti balap liar, penggunaan petasan berlebihan, dan konsumsi minuman keras. Imbauan ini merujuk pada ketentuan Pasal 510 KUHP tentang keramaian tanpa izin serta berbagai regulasi daerah terkait ketertiban umum selama bulan Ramadan.
Dari sudut pandang kepolisian, kegiatan berbagi takjil dinilai sebagai langkah soft approach guna mencegah gangguan keamanan dengan membangun komunikasi langsung di lapangan. Seorang perwira di lokasi menyebut interaksi informal seperti ini efektif meredam potensi konflik sosial.
“Kehadiran polisi tidak selalu dalam bentuk penindakan. Pendekatan humanis penting agar masyarakat merasa dilindungi, bukan diawasi,” ujarnya.
Namun dari perspektif pengamat sosial, kegiatan seremonial semacam ini perlu diimbangi dengan kinerja konkret dalam penegakan hukum. Ia menilai kehadiran polisi di ruang publik harus disertai konsistensi menangani persoalan mendasar seperti pelanggaran lalu lintas, kriminalitas jalanan, dan ketertiban malam hari selama Ramadan.
“Simbol kedekatan penting, tetapi masyarakat juga menilai dari tindakan nyata di lapangan,” katanya.
Sementara itu, warga yang menerima takjil mengaku terbantu dengan kegiatan tersebut. Salah seorang pengendara, Purwanto, menyampaikan apresiasinya atas pembagian makanan berbuka di tengah aktivitas perjalanan.
“Terima kasih, ini sangat membantu kami yang masih di jalan saat waktu berbuka,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung tertib dengan pengamanan internal kepolisian. Polres Probolinggo Kota menyatakan agenda serupa akan terus dilakukan selama Ramadan sebagai bagian dari pelayanan publik sekaligus menjaga situasi tetap kondusif hingga Idul Fitri. (Fahrul Mozza)
