Hari Kedua SSA, Peserta Intensif Praktik AI - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

14/02/2026

Hari Kedua SSA, Peserta Intensif Praktik AI

Arif Kuswardaya memberikan materi voice over saat Bootcamp Jago Ngonten with AI di Suara Surabaya Centre, Sabtu (14/2/2026). 


SURABAYA, Saksimata.my.id - Hari kedua Bootcamp Jago Ngonten with AI di Suara Surabaya Academy (SSA), Sabtu (14/2/2026), difokuskan pada coaching intensif dan praktik langsung pembuatan konten berbasis kecerdasan buatan (AI).

Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi digembleng secara teknis mulai dari public speaking, voice over (VO), videografi, hingga editing. Sesi prompting atau teknik memberi perintah pada AI menjadi salah satu materi kunci yang ditekankan mentor.

Arif Kuswardaya mentor sekaligus penyiar Radio Suara Surabaya dan VO Talent saat memberikan materi tips and trick voice over selama Bootcamp Jago Ngonten with AI di Suara Surabaya Centre, Sabtu (14/2/2026).

Program Director Suara Surabaya Academy, Widya Safitri, menegaskan bahwa kemampuan membuat konten tidak bisa dibangun hanya dari teori. Praktik berulang menjadi faktor utama dalam mengasah keterampilan.

“Tidak mungkin hanya teori tanpa praktik. Makanya coaching dilakukan satu per satu karena kebutuhan peserta berbeda. Tantangan saat mencoba membuat konten dengan AI juga berbeda-beda,” ujar Widya.

Dari sisi metode pembelajaran, pendekatan personal coaching diterapkan agar peserta mendapat solusi spesifik sesuai kendala masing-masing, baik dalam penyusunan skrip, pengambilan gambar, hingga optimalisasi AI untuk ide dan penyuntingan.

Sejumlah peserta mengaku sesi praktik memberi pengalaman baru, terutama dalam memahami cara menyusun prompt yang tepat agar hasil AI lebih relevan dan tidak generik. Mereka juga mendapat umpan balik langsung dari mentor terkait kualitas vokal, gestur, serta teknik visual.

Bootcamp ini menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi digital dan adaptasi teknologi AI di industri kreatif. Di tengah perkembangan konten digital yang kian kompetitif, kemampuan memadukan kreativitas manusia dan kecerdasan buatan dinilai menjadi keunggulan baru.

Melalui pelatihan intensif tersebut, SSA berharap peserta tidak hanya mampu memproduksi konten, tetapi juga memahami strategi distribusi dan konsistensi produksi di era digital berbasis AI. (Red)

Post Top Ad