JAKARTA, Saksimata.my.id - TNI Angkatan Laut mengamankan 9.380 ton monazite yang mengandung unsur radioaktif Thorium dalam operasi penindakan tambang ilegal di Bangka Belitung. Selain monazite, petugas juga menyita total 10.762 ton logam tanah jarang (rare earth elements) yang terdiri dari monazite dan zircon.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menjelaskan, sitaan tersebut merupakan hasil operasi gabungan sepanjang 2025 hingga 2026 untuk memberantas praktik pertambangan dan penyelundupan ilegal. “Kami mengamankan total 10.762 ton logam tanah jarang yang terdiri dari monazite dan zircon dari tangan pelaku ilegal,” ujarnya, Senin (16/2).
Dari total tersebut, 9.380 ton merupakan monazite yang dikenal sebagai mineral strategis karena mengandung thorium, bahan baku potensial untuk energi nuklir dan teknologi tinggi. Selain itu, petugas juga mengamankan 1.381 ton zircon dan ilmenite yang masih dalam proses penghitungan.
Meski volumenya besar, nilai ekonomis logam tanah jarang tersebut belum dapat dihitung karena regulasi harga belum diterbitkan pemerintah. Berbeda dengan komoditas timah—balok, bijih, dan koin—yang nilainya telah ditaksir mencapai Rp173,6 miliar.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali telah meninjau langsung barang bukti tersebut usai memimpin latihan di Bangka Belitung. Ia menegaskan penindakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menutup kebocoran sumber daya alam dan menjaga kepentingan strategis nasional. (Red)
