JAKARTA, Saksimata.my.id - Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh jajaran kepolisian untuk mengantisipasi potensi cuaca buruk yang mengancam jalannya arus balik Lebaran 2026, terutama di kawasan Indonesia timur dan titik krusial penyeberangan.
Instruksi tersebut disampaikan usai peninjauan langsung di Command Center ITDC kawasan Nusa Dua, yang menjadi salah satu pusat pemantauan arus wisata dan balik Lebaran. Sigit menekankan kesiapsiagaan penuh aparat dalam menghadapi kemungkinan gangguan cuaca ekstrem yang dapat menghambat mobilitas masyarakat.
Menurutnya, kelalaian dalam mitigasi berisiko memicu kekacauan di lapangan, khususnya dalam penerapan rekayasa lalu lintas dan pengaturan arus kendaraan di titik padat. Ia menilai langkah preventif harus dilakukan sejak dini guna menekan potensi gangguan keselamatan publik.
Sigit juga menyoroti bahwa kondisi cuaca ekstrem berpotensi memperburuk situasi di jalur penyeberangan, yang selama ini menjadi titik rawan penumpukan. Tanpa mitigasi matang, risiko kecelakaan dan keterlambatan massal dinilai meningkat signifikan.
Selain faktor cuaca, Kapolri mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat selama periode arus balik. Ia mengungkapkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026, namun pola pergerakan diprediksi melebar hingga 27 Maret akibat kebijakan Work From Anywhere (WFA).
Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi celah untuk mengurai kepadatan, meski di sisi lain berpotensi menyulitkan pengendalian jika tidak diantisipasi dengan strategi yang tepat.
Lebih lanjut, Sigit mengungkap adanya lonjakan wisatawan di sejumlah daerah seperti Bali, Yogyakarta, Pangandaran, Cianjur, serta kawasan Puncak. Peningkatan ini dinilai menambah beban pengamanan dan memperbesar potensi kerawanan di lapangan.
Ia menegaskan, seluruh jajaran harus memastikan stabilitas angka keamanan dan kelancaran tetap terjaga hingga rangkaian arus balik selesai, tanpa celah gangguan yang dapat merugikan masyarakat luas.
(Red)
