Pasar Legi Tergerus Online, Pedagang Terpukul - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

26/03/2026

Pasar Legi Tergerus Online, Pedagang Terpukul

 

Omzet jajan Lebaran turun 50 persen kalah saing dengan onlineshop


PONOROGO, Saksimata.my.id - Pedagang jajanan Lebaran di Pasar Legi, Kabupaten Ponorogo, mengalami penurunan omzet hingga 50 persen akibat tekanan kuat dari perdagangan berbasis online. Kondisi ini menandai perubahan tajam perilaku belanja masyarakat yang mulai meninggalkan pasar tradisional.

Situasi di lapangan menunjukkan lapak yang biasanya dipadati pembeli kini justru banyak yang lengang. Momentum Lebaran yang sebelumnya menjadi puncak keuntungan pedagang tidak lagi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan.

Para pedagang mengungkapkan, persaingan dengan platform digital menjadi ancaman nyata. Faktor kemudahan akses, variasi produk, serta layanan antar dinilai menjadi alasan utama konsumen beralih dari transaksi langsung ke sistem daring.

Salah satu pedagang, Wiwit Widiastuti, mengakui bahwa meski terjadi kenaikan permintaan menjelang Lebaran, volumenya tidak mampu mengangkat total penjualan seperti tahun sebelumnya. Ia menyebut pembelian yang dulunya mencapai lima hingga tujuh jenis produk kini tidak lagi berdampak signifikan.

Di tengah kondisi tersebut, pedagang tetap menyediakan berbagai produk mulai dari rengginang, keripik bawang, kacang bawang, hingga aneka kue kering. Namun kelengkapan barang tidak cukup untuk menarik minat pembeli yang kini lebih memilih berbelanja secara praktis melalui platform online.

Penurunan daya beli di pasar tradisional memaksa pedagang mengambil langkah bertahan dengan menekan margin keuntungan. Strategi ini dilakukan agar harga tetap kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat dengan penjual digital.

Wiwit memperkirakan penurunan pendapatan mencapai setengah dari tahun sebelumnya. Ia juga menyebut sebagian besar pembeli yang datang saat ini merupakan pelanggan lama, sementara jumlah pengunjung baru cenderung menurun.

Fenomena ini memperlihatkan lemahnya daya saing pasar tradisional dalam menghadapi disrupsi digital. Tanpa inovasi dan adaptasi, pasar fisik berpotensi semakin terpinggirkan oleh sistem perdagangan modern yang lebih efisien dan terintegrasi.

(Red)

Post Top Ad