Program Anting Emas Disorot, Efektifkah Tekan Stunting? - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

26/03/2026

Program Anting Emas Disorot, Efektifkah Tekan Stunting?

Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti



MAGETAN, Saksimata.my.id - Program Anting Emas 2.0 kembali diandalkan Pemerintah Kabupaten Magetan sebagai strategi utama menekan angka stunting dalam pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027, memunculkan pertanyaan soal efektivitas implementasi di lapangan.

Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan komitmen percepatan penanganan stunting melalui pendekatan kolaboratif dan terintegrasi. Namun, penekanan pada konsep sinergi lintas sektor dinilai masih perlu diuji terhadap capaian riil program sebelumnya.

Dalam forum Musrenbang di Pendapa Surya Graha, pemerintah daerah menyebut perencanaan pembangunan dilakukan secara partisipatif dan selaras dengan kebijakan Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, isu klasik seperti ketidaktepatan sasaran dan lemahnya pengawasan program sosial masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya terjawab.

RKPD 2027 diposisikan sebagai instrumen strategis untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dan inklusif. Pemerintah mengakui sejumlah persoalan krusial masih membayangi, mulai dari kualitas sumber daya manusia, kemiskinan, hingga tingginya angka stunting yang belum menunjukkan penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Program Anting Emas 2.0 atau Asuh Balita Stunting menjadi andalan dengan melibatkan aparatur sipil negara sebagai orang tua asuh. Skema ini diklaim mampu memperkuat intervensi langsung, namun efektivitas pengawasan dan konsistensi pendampingan menjadi titik rawan yang berpotensi menghambat hasil optimal.

Di sisi lain, tema pembangunan 2027 yang berfokus pada penguatan infrastruktur ekonomi dinilai berpotensi berbenturan dengan kebutuhan intervensi gizi dan kesehatan yang membutuhkan perhatian spesifik dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah juga menegaskan dukungan terhadap program nasional percepatan penanganan stunting menuju visi Indonesia Emas 2045. Namun, tanpa penguatan evaluasi berbasis data yang transparan, program berisiko menjadi sekadar agenda administratif tanpa dampak signifikan di tingkat masyarakat.

Forum Musrenbang pun diakhiri dengan ajakan kepada peserta untuk memberikan masukan dan kritik. Langkah ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa perencanaan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat Magetan.

(Red)

Post Top Ad