PROBOLINGGO, Saksimara.my.id - Suasana khidmat menyelimuti pengajian rutin warga binaan perempuan di Rutan Kraksaan, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini diklaim sebagai bagian dari program pembinaan kerohanian untuk membentuk karakter dan memperkuat keimanan selama menjalani masa pidana.
Pengajian tersebut menghadirkan materi seputar introspeksi diri, kesabaran, dan dorongan untuk memperbaiki perilaku. Sejumlah warga binaan mengikuti kegiatan dengan tertib. Namun, efektivitas program pembinaan berbasis keagamaan ini masih menjadi pertanyaan publik, terutama terkait dampaknya terhadap perubahan perilaku dan kesiapan reintegrasi sosial.
Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menegaskan pembinaan kerohanian merupakan elemen penting dalam sistem pemasyarakatan. Ia menyebut perubahan mendasar harus dimulai dari hati dan pola pikir warga binaan.
“Pengajian ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi sarana refleksi diri. Kami berharap pembinaan keagamaan mampu memperkuat iman serta menjadi bekal moral saat mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Senada, Kasubsi Pelayanan Tahanan M. Yasin menyatakan pihaknya berupaya memastikan seluruh warga binaan, khususnya perempuan, memperoleh hak pembinaan yang setara, termasuk dalam aspek spiritual.
“Kami ingin mereka menjalani masa pidana dengan lebih positif dan memiliki harapan untuk berubah,” katanya.
Pengajian berlangsung tertib dan kondusif. Pihak Rutan Kraksaan menyatakan komitmen melanjutkan program pembinaan berkelanjutan. Meski demikian, pengawasan dan evaluasi berkala dinilai penting untuk memastikan program kerohanian tidak sekadar seremonial, melainkan berdampak nyata terhadap perubahan sikap dan perilaku warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
(Fahrul Mozza)
