GITA CEKATAN Perkuat Deteksi TBC Anak dan Gizi Balita - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

11/04/2026

GITA CEKATAN Perkuat Deteksi TBC Anak dan Gizi Balita

 

Inovasi layanan kesehatan bertajuk GITA CEKATAN (Gizi Balita Kurang Tanggap Cek TBC Anak) yang dikembangkan UPT Puskesmas Pajarakan memperkuat deteksi dini kasus tuberkulosis (TBC) pada anak sekaligus memperbaiki status gizi balita melalui layanan terpadu skrining kesehatan dan pemantauan gizi.


PROBOLINGGO, Saksimata.my.id - Inovasi layanan kesehatan bertajuk GITA CEKATAN (Gizi Balita Kurang Tanggap Cek TBC Anak) yang dikembangkan UPT Puskesmas Pajarakan memperkuat deteksi dini kasus tuberkulosis (TBC) pada anak sekaligus memperbaiki status gizi balita melalui layanan terpadu skrining kesehatan dan pemantauan gizi.

Dalam pelaksanaan skrining pada Jumat (10/4/2026), sebanyak 41 balita menjadi sasaran pemeriksaan, terdiri dari balita dengan gizi kurang, gizi buruk, serta balita dengan berat badan stagnan atau menurun selama dua bulan berturut-turut. Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Pajarakan, Dian Sudarmono, bersama Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Maulida Rachmani dan tenaga kesehatan Puskesmas Pajarakan.

Skrining dilakukan secara kolaboratif oleh Pelaksana Program TBC, Sumiyati, dan Pelaksana Program Gizi, Ika Melinatini. Pelayanan ini dikemas dalam layanan skrining kesehatan balita sebagai bagian dari upaya percepatan eliminasi TBC 2030 sekaligus penanganan stunting.

Ketua TP PKK Kecamatan Pajarakan, Dian Sudarmono, menyatakan dukungannya terhadap program ini. Menurutnya, penanganan balita dengan gizi kurang akan lebih optimal bila penyebab utamanya, termasuk kemungkinan TBC, dapat terdeteksi dan diobati sejak dini. Ia menekankan pentingnya edukasi agar para ibu aktif memeriksakan anak di posyandu maupun puskesmas.

Kepala Puskesmas Pajarakan, dr. Maulida Rachmani, mengimbau orang tua agar tidak menunda pemeriksaan jika berat badan anak tidak naik dalam dua kali penimbangan berturut-turut. Menurutnya, skrining TBC harus dilakukan sedini mungkin agar kasus yang ditemukan bisa segera ditangani.

Pelaksana Program TBC Puskesmas Pajarakan, Sumiyati, mengungkapkan inovasi GITA CEKATAN telah berjalan rutin sejak 2025 dengan pendekatan terpadu deteksi TBC dan pemantauan gizi. Program ini ditujukan untuk mempercepat eliminasi TBC sekaligus menangani stunting melalui intervensi pada balita berisiko.

Capaian program menunjukkan hasil signifikan. Pada 2025, penemuan kasus TBC anak mencapai 19 kasus atau 106 persen dari target 18 kasus, meningkat tajam dibandingkan 2024 yang hanya 7 kasus atau 41 persen dari target. Program ini juga berdampak pada peningkatan status gizi balita. Seluruh pasien TBC anak yang ditangani menunjukkan kenaikan berat badan minimal 10 persen dari berat awal, dan sebagian berhasil kembali ke status gizi normal.

Melalui inovasi GITA CEKATAN, Puskesmas Pajarakan menargetkan penanggulangan TBC anak lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan balita di Kabupaten Probolinggo secara berkelanjutan. (Ma'at S)

Post Top Ad