Harjakapro 280 Dibuka, Sorot Masalah Infrastruktur - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

18/04/2026

Harjakapro 280 Dibuka, Sorot Masalah Infrastruktur

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280 resmi dibuka dengan seremoni di Alun-alun Kraksaan, Jumat (17/4/2026) malam, di tengah sorotan terhadap sejumlah persoalan daerah yang belum terselesaikan.



PROBOLINGGO, Saksimata.my.id — Peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280 resmi dibuka dengan seremoni di Alun-alun Kraksaan, Jumat (17/4/2026) malam, di tengah sorotan terhadap sejumlah persoalan daerah yang belum terselesaikan.

Pembukaan ditandai penekanan sirine oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama Wakil Bupati Fahmi AHZ, jajaran Forkopimda, serta tokoh ulama dan pejabat daerah. Acara berlangsung meriah dengan kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan organisasi perempuan di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Usai seremoni, rombongan kepala daerah meninjau stan pameran yang menampilkan produk kuliner, kerajinan, hingga inovasi layanan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun di balik kemeriahan tersebut, perhatian publik tertuju pada isu-isu mendasar yang masih membayangi wilayah ini.

Dalam sambutannya, Bupati Haris mengakui usia panjang Kabupaten Probolinggo yang telah mencapai 280 tahun tidak serta-merta menjamin kemajuan tanpa kerja kolektif masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak cukup bertumpu pada sejarah, melainkan membutuhkan konsistensi kerja nyata.

Bupati juga menyoroti potensi besar daerah, mulai dari kekuatan religius dengan ratusan pondok pesantren hingga kekayaan alam kawasan Tengger, pegunungan, dan pesisir. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya dioptimalkan secara maksimal.

Di sisi lain, Haris secara terbuka mengakui sejumlah persoalan krusial yang masih dihadapi, mulai dari kerusakan infrastruktur akibat bencana alam, kelangkaan LPG 3 kilogram, hingga isu keamanan lingkungan. Pemerintah daerah, kata dia, tengah melakukan langkah bertahap untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Kami terus berupaya memperbaiki infrastruktur yang rusak, termasuk jembatan. Untuk kelangkaan LPG, koordinasi dengan Pertamina sudah dilakukan dan operasi pasar akan digelar,” ujarnya.

Terkait keamanan, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah. Penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling) kembali didorong sebagai langkah preventif.

Rangkaian Harjakapro ke-280 dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, dari 17 hingga 26 April 2026, dengan berbagai agenda mulai dari festival komunitas, lomba edukatif, pameran ekonomi kreatif, hingga pertunjukan budaya.

Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain Community Fest, ajang bakat pelajar, pameran otomotif, festival budaya, hingga kegiatan sosial dan kesehatan masyarakat. Puncak acara akan ditutup dengan pertunjukan teatrikal dan tari kreasi pada 26 April 2026.

Meski dikemas meriah, peringatan Harjakapro kali ini menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menjawab tantangan riil yang masih dirasakan masyarakat.(Fahrul Mozza)


Post Top Ad