Harjakapro Disorot, Seremoni Besar atau Dampak Nyata - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

27/04/2026

Harjakapro Disorot, Seremoni Besar atau Dampak Nyata


 


PROBOLINGGO, Saksimata.my.id - Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280 yang digelar di Alun-alun Kraksaan, Minggu (26/4/2026) malam, berlangsung meriah dengan sajian drama kolosal “Banjaran Banger: Asal Usul Probolinggo”. Namun di balik kemegahan acara, muncul pertanyaan publik terkait efektivitas kegiatan seremonial terhadap dampak nyata bagi masyarakat.

Drama kolosal yang menampilkan perjalanan sejarah Probolinggo itu dimainkan oleh Sekretaris Daerah Ugas Irwanto bersama sejumlah kepala OPD, camat, hingga personel Satpol PP. Keterlibatan pejabat struktural dalam pertunjukan tersebut dinilai sebagai simbol kebersamaan, namun juga memunculkan sorotan terkait prioritas kinerja birokrasi di tengah agenda pelayanan publik.

Acara ini turut dihadiri Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama jajaran Forkopimda, Kepala Kemenag, serta sejumlah pejabat daerah. Kehadiran lengkap unsur pimpinan daerah menunjukkan kuatnya dukungan terhadap peringatan hari jadi, yang digelar selama 10 hari dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Haris menekankan pentingnya kebersamaan sebagai fondasi pembangunan daerah. Ia menyebut sejarah panjang Probolinggo sebagai pelajaran penting dalam menjaga persatuan.

“Kebersamaan adalah kunci utama membangun daerah,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga menyoroti aspek keamanan sebagai faktor utama dalam mendukung aktivitas masyarakat. Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan harus dijaga bersama agar masyarakat dapat bekerja dan berkreasi tanpa hambatan.

“Keamanan itu nomor satu. Tanpa rasa aman, masyarakat tidak bisa beraktivitas,” tegasnya.

Meski demikian, pelaksanaan kegiatan berskala besar ini juga memunculkan pertanyaan terkait alokasi anggaran dan transparansi pembiayaan. Hingga kini, belum ada rincian terbuka mengenai total biaya penyelenggaraan Harjakapro ke-280, termasuk kontribusi sponsor dan penggunaan dana publik.

Sejumlah pihak menilai bahwa kegiatan seremonial semestinya diimbangi dengan program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan komunitas lokal yang dilibatkan.

Bupati Haris menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam kegiatan tersebut, mulai dari panitia hingga pelaku seni dan UMKM. Ia juga menyebut bahwa ke depan peringatan Harjakapro akan diperluas hingga tingkat kecamatan untuk memberikan ruang lebih merata.

Namun demikian, publik masih menunggu langkah konkret pemerintah daerah dalam memastikan bahwa perayaan tahunan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang terukur bagi masyarakat luas.

Puncak acara juga dimeriahkan penampilan penyanyi cilik Nabila Putri Maharani serta hiburan dari Holili Kimy yang menarik antusiasme warga di Alun-alun Kraksaan. (Ma'at S)

Post Top Ad