![]() |
| Pelaksanaan kegiatan poros pagi oleh Satuan Lalu Lintas Polres Probolinggo di Simpang 3 Kraksaan, Jumat (24/04/26), kembali digelar sebagai upaya pengaturan arus kendaraan pada jam sibuk. |
PROBOLINGGO, Saksimata.my.id - Pelaksanaan kegiatan poros pagi oleh Satuan Lalu Lintas Polres Probolinggo di Simpang 3 Kraksaan, Jumat (24/04/26), kembali digelar sebagai upaya pengaturan arus kendaraan pada jam sibuk. Namun, efektivitas dan pemerataan kegiatan ini mulai dipertanyakan, menyusul masih ditemukannya titik kemacetan lain yang luput dari pengawasan.
Di lokasi tersebut, seorang anggota kepolisian tampak aktif mengatur lalu lintas yang didominasi kendaraan roda dua dan angkutan umum. Simpang 3 Kraksaan sendiri dikenal sebagai salah satu titik rawan kepadatan, terutama pada jam berangkat kerja dan sekolah. Kehadiran petugas dinilai mampu mengurai antrean kendaraan dalam waktu tertentu.
“Penempatan personel dilakukan berdasarkan tingkat kerawanan dan volume kendaraan yang tinggi pada pagi hari,” ujar seorang perwakilan internal kepolisian. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari pelayanan rutin kepada masyarakat.
Meski demikian, sejumlah pengguna jalan menilai pola pengamanan yang dilakukan masih bersifat parsial. “Memang di sini ada petugas, tapi di jalur lain yang sama padatnya justru tidak terpantau,” ungkap seorang pengendara yang setiap hari melintas di kawasan Kraksaan.
Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga terlihat memberikan imbauan kepada pengendara terkait kepatuhan terhadap aturan berkendara, seperti penggunaan helm dan keselamatan di jalan. Namun, pendekatan persuasif ini dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan penindakan tegas terhadap pelanggaran yang kerap terjadi di lokasi lain.
Pihak kepolisian melalui keterangan terpisah menyatakan bahwa kegiatan poros pagi merupakan bagian dari strategi menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. “Ini agenda rutin yang terus kami evaluasi untuk memastikan dampaknya dirasakan masyarakat,” ujar seorang pejabat terkait.
Pantauan selama kegiatan berlangsung menunjukkan arus lalu lintas di sekitar Simpang 3 relatif lancar dan terkendali. Meski demikian, muncul dorongan agar pelaksanaan poros pagi tidak hanya terfokus pada satu titik, melainkan dilakukan secara menyeluruh berbasis data kerawanan lalu lintas di wilayah Probolinggo. (Fahrul Mozza)
