Sterilisasi Gereja Probolinggo, Polisi Sisir Ancaman Tersembunyi - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

03/04/2026

Sterilisasi Gereja Probolinggo, Polisi Sisir Ancaman Tersembunyi

Menjelang rangkaian ibadah Paskah, aparat kepolisian bergerak cepat mensterilkan sejumlah gereja di Kota Probolinggo. Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya deteksi dini terhadap potensi ancaman tersembunyi yang bisa mengganggu jalannya ibadah umat Kristiani.


PROBOLINGGO, Saksimata.my.id - Menjelang rangkaian ibadah Paskah, aparat kepolisian bergerak cepat mensterilkan sejumlah gereja di Kota Probolinggo. Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya deteksi dini terhadap potensi ancaman tersembunyi yang bisa mengganggu jalannya ibadah umat Kristiani.

Sterilisasi dilakukan oleh personel Polres Probolinggo Kota pada Kamis (2/4/2026) sejak pukul 15.00 WIB dengan menyasar tiga titik utama, yakni Gereja MBK, GPIB Immanuel Probolinggo, dan GKJW Probolinggo. Kegiatan ini melibatkan Unit Satwa K9 Satsamapta yang dikenal memiliki kemampuan khusus dalam pelacakan bahan berbahaya.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh tanpa celah. Area parkir, halaman, hingga ruang ibadah disisir ketat menggunakan anjing pelacak guna memastikan tidak ada benda mencurigakan yang luput dari pengawasan.

Plt. Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Zainullah, menegaskan bahwa sterilisasi ini merupakan langkah preventif yang tidak bisa ditawar, mengingat potensi gangguan keamanan pada momen keagamaan kerap meningkat.

“Seluruh area gereja harus dipastikan aman dan steril dari benda berbahaya sebelum digunakan oleh jemaat,” ujarnya.

Tim K9 dipimpin oleh pawang Aiptu Febriyanto Eka P bersama Bripda M. Andrianto dengan mengandalkan anjing Belgian Malinois bernama Eagle, yang memiliki kemampuan khusus mendeteksi bahan peledak. Kehadiran unit ini menjadi garda terdepan dalam mengidentifikasi ancaman yang tidak kasat mata.

Selain penyisiran fisik, petugas juga melakukan koordinasi intensif dengan pihak gereja. Hal ini untuk memastikan tidak ada celah dalam sistem pengamanan internal selama rangkaian ibadah berlangsung.

Hasilnya, dari seluruh proses sterilisasi, tidak ditemukan adanya benda berbahaya, bahan peledak, maupun indikasi ancaman lainnya. Meski demikian, aparat tidak serta-merta menurunkan kewaspadaan.

Sebagai bentuk akuntabilitas, hasil sterilisasi dituangkan dalam berita acara yang diserahkan kepada pengurus gereja. Polisi juga memberikan imbauan tegas agar pengamanan internal tetap siaga penuh selama perayaan Paskah.

Kepolisian memastikan personel akan terus disiagakan untuk mengawal jalannya ibadah agar tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh jemaat.

Selama proses sterilisasi berlangsung, situasi di ketiga lokasi terpantau aman tanpa gangguan berarti. Namun, kewaspadaan tetap menjadi kunci utama dalam mengantisipasi segala kemungkinan.

(Fahrul Mozza)

Post Top Ad