Workshop Disorot, Skill Konten Pemuda Wisata Digenjot - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

22/04/2026

Workshop Disorot, Skill Konten Pemuda Wisata Digenjot

 

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo menggandeng Bakorwil V Jember menggelar workshop peningkatan kapasitas konten kreatif bagi pelaku ekonomi kreatif dan kelompok sadar wisata (pokdarwis). Kegiatan bertajuk “Desa Berdaya, Konten Berbicara: Level Up Skill Kreatif Pemuda Wisata” ini berlangsung di kawasan The Bentar BeachDesa Curahsawo, Kecamatan Gending, Selasa (21/4/2026).


PROBOLINGGO, Saksimata.my.id - Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo menggandeng Bakorwil V Jember menggelar workshop peningkatan kapasitas konten kreatif bagi pelaku ekonomi kreatif dan kelompok sadar wisata (pokdarwis). Kegiatan bertajuk “Desa Berdaya, Konten Berbicara: Level Up Skill Kreatif Pemuda Wisata” ini berlangsung di kawasan The Bentar Beach, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Selasa (21/4/2026).

Workshop diikuti 28 peserta dari unsur pelaku ekonomi kreatif dan pokdarwis se-Kabupaten Probolinggo. Mereka mendapatkan pendampingan dari narasumber East Java Super Corridor (EJSC), dengan fokus pada produksi konten digital dan strategi promosi destinasi wisata berbasis media sosial.

Kegiatan ini dibuka Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi bersama Kepala Bidang Kemasyarakatan Bakorwil V Jember Endang Anggraeni dan Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disporapar Diyah Setyo Rini. Dalam pemaparannya, Disporapar menekankan digitalisasi sebagai strategi utama dalam mengangkat daya saing desa wisata.

Namun demikian, dorongan peningkatan kapasitas ini memunculkan catatan kritis terkait efektivitas program serupa yang kerap digelar secara seremonial tanpa pengukuran dampak berkelanjutan. Minimnya jumlah peserta dibandingkan total desa wisata di Kabupaten Probolinggo juga menjadi perhatian dalam pemerataan peningkatan kompetensi.

“Digitalisasi wisata merupakan langkah strategis, terutama dalam promosi berbasis konten kreatif di media sosial,” ujar Heri.

Ia menilai media sosial memiliki peran dominan dalam mempengaruhi keputusan wisatawan, khususnya kalangan milenial dan Gen Z yang bergantung pada visualisasi konten dan ulasan pengguna. Karena itu, peningkatan keterampilan produksi konten dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Di sisi lain, Bakorwil V Jember menegaskan bahwa potensi desa wisata tidak akan optimal tanpa kemampuan pengemasan dan promosi yang kreatif. Peran pemuda disebut krusial sebagai motor penggerak sekaligus kreator konten yang mampu membawa identitas lokal ke ruang digital yang lebih luas.

Meski demikian, penguatan kapasitas ini masih menghadapi tantangan klasik, mulai dari keterbatasan infrastruktur digital di tingkat desa hingga konsistensi produksi konten pasca pelatihan. Tanpa dukungan sistematis dan evaluasi berkelanjutan, program peningkatan skill berpotensi berhenti pada tataran pelatihan semata.

Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya berhenti pada workshop, tetapi juga memastikan adanya pendampingan lanjutan, akses platform promosi, serta integrasi dengan kebijakan pengembangan pariwisata daerah secara menyeluruh.

(Ma'at S)

Post Top Ad