Vasco Balas Keras Tudingan Barbar ke Sumbar - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

30/05/2026

Vasco Balas Keras Tudingan Barbar ke Sumbar

 

Ilustrasi. Wagub Sumbar Vasco Ruseimy singging kacamata miring dan retak soal pernyataan Abu Janda yang sebut masyarakat Sumbar bar-bar. (Tangkapan layar instagram @vasco_ruseimy)


SUMATERA BARAT, Saksimata.my.id - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, melontarkan respons tegas terhadap pernyataan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda yang menyebut masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) identik dengan perilaku barbar. Vasco menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan lahir dari cara pandang yang keliru terhadap masyarakat Minangkabau.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @vasco_ruseimy, Sabtu (30/5), Vasco memilih menanggapi pernyataan kontroversial itu dengan nada sindiran. Ia menilai tuduhan yang diarahkan kepada masyarakat Sumbar tidak layak ditanggapi secara berlebihan.

"Jadi kalau ditanya ke saya, menanggapi orang seperti ini ya cukup senyum saja, maksimal ketawain deh, tapi cukup di dalam hati," ujar Vasco.

Menurut Vasco, pelabelan barbar terhadap Sumbar menunjukkan adanya kesalahan dalam cara melihat realitas sosial di daerah yang dikenal kuat memegang adat, budaya, dan nilai-nilai agama. Ia menegaskan bahwa penilaian negatif tersebut justru lebih mencerminkan perspektif pihak yang melontarkan tuduhan daripada kondisi masyarakat Sumbar yang sebenarnya.

Dalam pernyataannya, Vasco juga menyentil cara pandang pengkritiknya dengan menyebut tudingan tersebut muncul akibat sudut pandang yang tidak objektif.

"Kadang yang melihat segala sesuatu tampak barbar bukan karena objeknya, tapi karena kacamatanya yang sedang miring dan retak. Apalagi sampai berpikir Sumbar barbar. Menurutmu, apanya yang miring dan retak?" kata Vasco.

Polemik yang dipicu pernyataan Abu Janda tersebut kembali memantik reaksi publik dan memunculkan perdebatan di media sosial. Namun demikian, Vasco mengimbau masyarakat Sumbar agar tidak terpancing provokasi maupun memberikan respons berlebihan yang justru dapat memperbesar ruang perhatian bagi pihak-pihak yang mencari kontroversi.

Ia menegaskan masyarakat perlu menyikapi persoalan tersebut secara bijak dan tetap menjaga kondusivitas di tengah derasnya arus opini yang berkembang di media sosial.

(Red)

Post Top Ad