Ledakan Biak Tewaskan Lima Orang - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

01/06/2026

Ledakan Biak Tewaskan Lima Orang

Insiden meledaknya bom yang diduga peninggalan Perang Dunia II terjadi di kawasan Kompleks Perikanan Pandoi, Minggu (31/5). (Foto: Dok. X/@wathermonitor)



PAPUA, Saksimata.my.id – Ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II menewaskan sedikitnya lima orang di kawasan Kompleks Perikanan Pandoi, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5). Insiden mematikan tersebut kembali menyoroti ancaman laten sisa-sisa bahan peledak perang yang masih tersebar di sejumlah wilayah Biak dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Hingga saat ini, aparat gabungan masih melakukan pencarian terhadap sejumlah korban lain yang dilaporkan belum ditemukan. Sementara lokasi ledakan telah ditutup dan disterilkan guna mengantisipasi kemungkinan adanya bahan peledak aktif lainnya di sekitar area kejadian.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengungkapkan bahwa hasil identifikasi awal mengarah pada dugaan kuat bahwa sumber ledakan berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II. Biak diketahui merupakan salah satu wilayah strategis yang menjadi medan pertempuran sengit di kawasan Pasifik pada masa perang tersebut.

“Indikasi awal menunjukkan ledakan berasal dari bahan peledak peninggalan Perang Dunia II yang masih ditemukan di sejumlah wilayah Biak,” ujar Tri Purwanto.

Menyikapi insiden tersebut, aparat TNI dan Polri bergerak cepat melakukan pengamanan lokasi dengan menutup akses ke area terdampak. Tim penjinak bom bersama unsur teknis terkait diterjunkan untuk melakukan penyisiran menyeluruh guna memastikan tidak ada lagi bahan peledak yang dapat memicu ledakan susulan.

Langkah sterilisasi dilakukan karena karakteristik bahan peledak peninggalan perang dinilai masih sangat berbahaya. Meski telah terkubur selama puluhan tahun, sejumlah jenis amunisi dan bom perang diketahui tetap dapat aktif dan meledak sewaktu-waktu apabila mengalami gangguan fisik atau perubahan kondisi lingkungan.

Peristiwa ini memunculkan kembali pertanyaan mengenai keberadaan sisa-sisa bahan peledak perang yang masih tersebar di wilayah Biak Numfor. Sejumlah kawasan yang pernah menjadi lokasi pertempuran historis selama Perang Dunia II diketahui masih menyimpan risiko serupa dan memerlukan pengawasan serta pemetaan berkelanjutan.

Kodam XVII/Cenderawasih mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor kepada aparat keamanan apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan peninggalan perang. Warga juga diminta tidak memindahkan, membongkar, atau mencoba memeriksa benda tersebut secara mandiri karena berpotensi memicu ledakan.

“Kami meminta masyarakat tidak mendekati lokasi kejadian karena area tersebut masih dalam proses sterilisasi dan belum sepenuhnya aman,” tegas Tri Purwanto.

Tragedi di Biak Numfor menjadi peringatan bahwa ancaman dari sisa konflik bersenjata masa lalu masih nyata. Proses investigasi dan sterilisasi terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan sekaligus memastikan tidak ada lagi potensi bahaya yang mengancam keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

(Red)


Post Top Ad