27 Varietas Durian Masak Pohon di Lereng Bromo

Wisata durian di lereng Gunung Bromo


PROBOLINGGO, Saksimata.my.id – Wisata ke Gunung Bromo kini tak sekadar soal panorama. Di lerengnya, tepatnya di Dusun Waturiti, Desa Lumbang, Kabupaten Probolinggo, wisatawan disuguhi sensasi langka: mencicipi 27 jenis durian masak pohon langsung dari kebunnya.

Agrowisata petik durian Waturiti menjadi magnet baru bagi pencinta durian. Pengunjung diajak menyusuri kebun seluas 2,5 hektare yang ditanami sekitar 250 pohon durian dari berbagai varietas unggulan, mulai Musang King, Bawor, Durian Hitam, Matahari, Sunan, hingga durian lokal khas lereng Bromo.

Pengalaman tak berhenti di meja makan. Wisatawan lebih dulu berkeliling kebun, mengenal karakter tiap jenis durian, hingga menyaksikan proses penurunan buah matang dari pohon menggunakan tali. Metode ini menjaga durian tetap masak alami dan berkualitas.

Soal rasa, setiap durian menawarkan sensasi berbeda—daging creamy, lumer, atau kering, dengan cita rasa manis, manis-pahit, hingga legit. Namun justru durian lokal Lumbang yang mencuri perhatian. Aromanya kuat, dagingnya tebal, dan rasanya konsisten manis.

Ana Suryohadi, wisatawan asal Bogor, mengaku tak menyangka kualitas durian lokal bisa mengungguli varietas populer. “Empat durian yang saya buka semuanya bagus. Rasanya tidak hambar, beda dengan durian daerah lain,” ujarnya.

Agrowisata ini dikelola pasangan suami istri Pungki Purwanto dan Khayatin sejak 2005. Sempat terhenti akibat pandemi, kini Waturiti kembali bangkit dan ramai dikunjungi, terutama menjelang bulan puasa saat panen raya tiba.

“Semua durian di sini masak di pohon. Soal enak atau tidak tergantung selera, karena tiap jenis punya karakter rasa sendiri,” kata Pungki.

Dalam satu musim panen, omzet wisata petik durian ini bisa menembus Rp200–300 juta. Meski menggiurkan, Pungki mengakui perawatan kebun bukan perkara mudah karena setiap fase pertumbuhan membutuhkan perlakuan khusus.

Hal serupa dirasakan Dian, wisatawan asal Jakarta, yang datang bersama keluarga. “Manisnya kuat dan segar. Makan durian langsung di kebun rasanya seperti panen sendiri,” katanya.

Dengan udara sejuk lereng Bromo dan durian masak pohon berkualitas, wisata petik durian Lumbang menawarkan pengalaman kuliner sekaligus wisata alam yang sulit dilupakan.(Fahrul Mozza)

Alt/Text Gambar
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak