![]() |
| Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim, Abdul Halim |
SURABAYA, Saksimata.my.id — Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur meminta Bank Jatim meningkatkan setoran Dividen Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemprov Jatim. Permintaan ini muncul karena aset dan laba Bank Jatim dinilai tinggi, namun kontribusi PAD relatif rendah dibanding BUMD di provinsi lain.
Anggota Fraksi Gerindra, Abdul Halim, menyoroti perbandingan dengan Bank Jateng. Pada 2024, Bank Jatim mencatat laba Rp 1,28 triliun namun hanya menyetor Rp 420 miliar ke PAD Pemprov Jatim. Sebaliknya, Bank Jateng dengan laba Rp 1,27 triliun menyetor Rp 600 miliar ke PAD Pemprov Jateng.
“Dengan laba lebih tinggi, Bank Jatim seharusnya memberi dividen lebih besar ke Pemprov Jatim,” tegas Halim, Sabtu (31/1/2026).
Halim menambahkan, efisiensi fiskal memaksa pemerintah daerah berinovasi meningkatkan PAD. BUMD diharapkan lebih aktif dan kreatif dalam meningkatkan kualitas perusahaan agar kontribusi PAD lebih optimal.
Sementara itu, anggota Pansus BUMD DPRD Jatim, Satib, menekankan bahwa BUMD di Jatim perlu berbenah, terutama dalam layanan. “Dengan aset besar, seharusnya PAD ke Pemprov Jatim lebih tinggi. Peningkatan layanan mendorong masyarakat menggunakan produk BUMD sehingga PAD meningkat,” katanya.
Fraksi Gerindra menekankan bahwa peningkatan tata kelola BUMD dan inovasi layanan publik harus menjadi prioritas agar kontribusi PAD sesuai potensi aset perusahaan.
(Red)
