Pemprov Bali Tegaskan Longsor Buleleng Bukan Dampak Tower

 

Menara Turyapada Tower di Desa Amerta Sari, Kabbupaten Buleleng, Bali.

DENPASAR, Saksimata.my.id – Pemerintah Provinsi Bali menegaskan peristiwa longsor yang menimpa rumah warga di Desa Adat Amerta Sari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, tidak berkaitan dengan pembangunan Turyapada Tower.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Bali, Gede Pramana, menyatakan lokasi longsor berada di luar area menara. Jarak titik longsoran sekitar tiga meter dari batas tanah dan sekitar 50 meter dari bangunan utama Turyapada Tower.

“Ini bukan longsor dari tower. Lokasinya berada di luar kawasan bangunan utama,” ujar Gede Pramana, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, longsor terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut pada Minggu malam (11/1/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Material longsoran menutup badan jalan selebar sekitar tiga meter dan menimpa satu unit rumah warga milik I Kadek Ribek yang berada di bawah jalan.

Rumah tersebut diketahui belum permanen, masih menggunakan struktur bambu dengan atap seng, serta berdiri di lokasi yang secara teknis dinilai tidak layak untuk hunian karena berada di kawasan rawan longsor.

“Posisi rumah di bawah jalan. Secara teknis sangat berisiko untuk pembangunan rumah,” jelasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Keluarga korban berhasil dievakuasi dengan cepat karena di sekitar lokasi terdapat alat berat. Sempat dievakuasi ke kawasan Turyapada Tower, keluarga kemudian dipindahkan ke rumah orang tua mereka di Desa Lemukih, Buleleng.

Pemprov Bali mengakui wilayah tersebut merupakan daerah kritis yang rentan longsor saat curah hujan tinggi dan membutuhkan penataan. Meski tidak disebabkan aktivitas pembangunan tower, pemerintah tetap menyiapkan langkah pemulihan lahan serta mengkaji kemungkinan relokasi warga.

“Kami sudah turun bersama tim appraisal untuk menilai kondisi lahan. Opsi relokasi akan dipertimbangkan karena kontur tanahnya lemah dan berisiko tinggi,” tegas Gede Pramana.

Sementara itu, akses jalan yang sempat tertutup material longsor telah kembali dapat dilalui pada Senin siang (12/1/2026). Adapun pembangunan Turyapada Tower saat ini masih berlanjut pada tahap pekerjaan lanjutan, termasuk pekerjaan konduksi pada fase kedua pembangunan. (Red)

Alt/Text Gambar
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak