![]() |
| Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi |
SURABAYA, Saksimata.my.id — Pemerintah Kota Surabaya mulai mematangkan pembangunan Sekolah Rakyat, program pemerintah pusat yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026. Pembangunan fisik saat ini telah berjalan dan ditangani langsung oleh kementerian terkait.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan Pemkot telah menyiapkan tiga lahan aset daerah dengan luas berbeda di kawasan Tambak Wedi, masing-masing 6 hektare, 4 hektare, dan 2 hektare.
“Alhamdulillah sudah dikerjakan. Lahannya sudah kami siapkan, sekarang pembangunan dilakukan oleh kementerian. Insyaallah tahun 2026 ini, meski belum sepenuhnya rampung, sudah bisa digunakan di tahun ajaran baru,” ujar Eri, Selasa (20/1/2026).
Eri menegaskan, penyediaan lahan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai arahan pusat. Meski lokasinya terpisah, seluruh area akan terhubung dengan jembatan penghubung antargedung.
“Tanah ini aset Pemkot. Total enam hektare, tapi terpisah lokasi. Nantinya akan dihubungkan dengan jembatan agar aktivitas belajar tetap terintegrasi,” jelasnya.
Terkait jenjang pendidikan yang akan dibuka, Eri mengaku belum menerima informasi detail. Namun ia memastikan sekolah akan langsung dimanfaatkan begitu bangunan dinyatakan siap.
Sekolah Rakyat ini juga tidak menerapkan sistem seleksi masuk. Penerimaan siswa sepenuhnya berbasis data warga tidak mampu yang telah terverifikasi.
“Tidak ada tes. Siapa yang masuk database warga tidak mampu, itulah yang diterima sesuai kuota. Kuotanya 100, ya 100 itu yang masuk,” tegas Eri.
Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi konkret perluasan akses pendidikan gratis dan layak bagi keluarga kurang mampu di Kota Surabaya. (Red)
