![]() |
| Bertempat di Aps3 SocialHub, Kampi Hotel menggelar preview eksklusif menu Ramadan yang merayakan perjalanan rasa dari Timur hingga Barat—terinspirasi Jalur Sutera yang sejak berabad silam menjadi nadi pertukaran budaya, rempah, dan tradisi kuliner dunia. Tak sekadar memanjakan lidah, konsep ini mengajak tamu menyelami cerita di balik setiap sajian. |
SURABAYA, Saksimata.my.id - Kampi Hotel Tunjungan menghadirkan konsep buka puasa bertema budaya bertajuk The Spectrum of Silk Road pada Ramadan tahun ini. Konsep tersebut menawarkan pengalaman kuliner lintas peradaban yang terinspirasi dari sejarah Jalur Sutera.
Preview menu digelar di Aps3 SocialHub dengan menghadirkan ragam sajian khas Timur hingga Barat. Tema ini mengangkat perjalanan rempah dan budaya yang selama berabad-abad membentuk kekayaan kuliner dunia, termasuk Indonesia.
Sejumlah menu andalan disiapkan, mulai dari kambing guling sebagai ikon utama, dimsum, pizza dengan sentuhan global, hingga kopi Turki. Di area dessert, tersedia gorengan hangat, puding, aneka cake, serta bubur Madura khas Ramadan.
Chef Irfan D.E menyebut konsep tersebut terinspirasi dari pengalaman pribadinya menjelajahi sejumlah negara di jalur bersejarah itu, seperti Jerman, Dubai, Abu Dhabi, Uzbekistan, hingga Tunisia.
“Setiap hari ada variasi menu seperti kambing guling, dimsum, pizza, hingga sate yang berganti, kadang Jepang, kadang Indonesia. Semua menyesuaikan tema Spectrum of the Silk Road,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Ia menegaskan Jalur Sutera bukan sekadar rute dagang, melainkan jalur pertukaran rempah dan budaya yang berpengaruh besar terhadap kuliner Nusantara. Untuk cita rasa, pihaknya melakukan penyesuaian agar tetap cocok di lidah masyarakat Indonesia.
“Bumbu kambing guling ala Arabi, tapi tidak terlalu kuat. Kami turunkan intensitasnya agar sesuai selera tamu,” katanya.
General Manager Kampi Hotel Tunjungan, Supriyanto, mengatakan inovasi menu Ramadan ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada mitra serta komitmen menghadirkan pengalaman berbuka yang hangat dan berkesan.
“Ramadan adalah momen kebersamaan. Kami ingin menghadirkan suasana nyaman dengan pelayanan ramah bagi seluruh tamu dan partner,” ujarnya.
Selain menu tematik, hotel juga menawarkan paket corporate iftar yang dirancang fleksibel untuk perusahaan, komunitas, dan instansi yang ingin menggelar buka puasa bersama dengan fasilitas lengkap.
Konsep lintas budaya tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman berbuka yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga sarat makna sejarah dan kebersamaan. (Red)
