![]() |
| HARUS SEHAT: Peternak di Sukapura memberikan pakan pada sapi miliknya. |
PROBOLINGGO, Saksimata.my.id – Ancaman penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak sapi masih diwaspadai di Kabupaten Probolinggo. Namun, pada tahun ini Dinas Pertanian setempat tidak mendapatkan alokasi vaksin LSD, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, drh. Nikolas Nuryulianto, mengatakan meski tanpa vaksin, pengawasan dan pencegahan tetap dilakukan untuk menekan risiko penularan.
“Potensi penyakit tetap ada. Karena itu kami terus melakukan pemantauan dan pengecekan ternak,” ujarnya.
Nikolas menjelaskan, LSD berpotensi menyebar melalui mobilisasi ternak yang tinggi, ternak terinfeksi yang tidak segera ditangani, serta kondisi kandang yang tidak higienis. Penularan juga dapat terjadi melalui peralatan kandang yang tidak steril dan vektor penyakit seperti lalat, nyamuk, pinjal, dan caplak.
Pada 2025, tercatat hanya satu kasus LSD di Kabupaten Probolinggo. Meski demikian, hingga awal 2026 belum ada kepastian alokasi vaksin untuk daerah tersebut.
Untuk menekan risiko penularan, Dinas Pertanian mengimbau peternak menjaga kebersihan kandang dan tubuh ternak serta membatasi perpindahan hewan. Pemeriksaan rutin juga dilakukan, tidak hanya di kandang, tetapi di pasar hewan.
“Meski kasus minim, pengawasan tetap kami tingkatkan agar penularan bisa dicegah sejak dini,” katanya.(Fahrul Mozza)
