![]() |
| Menu MBG jajanan basah yang tidak tahan sampai buka puasa diberikan salah satu SPPG di Driyorejo, Gresik. (Foto: Istimewa) |
GRESIK, Saksimata.my.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kecamatan Driyorejo, Gresik, menuai keluhan wali murid. Menu berbuka puasa yang dibagikan berupa jajanan basah dinilai rawan basi sebelum waktu berbuka.
Menu MBG tersebut berisi kolak ketan, lumpia, nugget, dan buah jeruk yang dikemas dalam mika plastik tipis. Sejumlah orang tua mengaku terpaksa membuang makanan tersebut karena khawatir tidak aman dikonsumsi saat berbuka puasa.
“Yang bisa disimpan dalam lemari es hanya buah jeruk. Sisanya saya buang,” ujar AS, salah satu wali murid asal Driyorejo, Senin (23/2/2026).
AS menjelaskan, pihak sekolah melalui grup WhatsApp telah memberi pemberitahuan bahwa makanan ringan tersebut sebaiknya dikonsumsi sebelum pukul 11.00 WIB. Namun, kondisi itu dinilai tidak relevan karena mayoritas siswa sedang menjalankan ibadah puasa.
“Tadi ada pemberitahuan lewat grup, anak saya dapat MBG berupa makanan ringan. MBG itu baik dikonsumsi sebelum pukul 11.00 WIB. Lah ini kan lagi puasa,” ujarnya.
Guru disebut menyarankan wali murid menyimpan makanan di lemari es agar bisa dikonsumsi saat berbuka. Meski demikian, sebagian orang tua tetap memilih membuangnya karena khawatir kualitas makanan menurun dan berisiko menyebabkan gangguan kesehatan.
“Karena takut tidak aman meski disimpan di kulkas, akhirnya dibuang. Yang disimpan hanya jeruknya saja,” tambah AS.
Hal serupa disampaikan MR, wali murid lainnya. Ia mengaku tak ingin mengambil risiko jika makanan yang disimpan justru memicu sakit perut atau keracunan.
“Daripada berisiko, mending saya buang saja. Semua di rumah puasa, jadi tidak ada yang makan. Kalau dimasukkan kulkas, saya tidak yakin aman,” katanya. (Red)
