SPPG Batuan Sumenep Gelar Pelatihan Damkar Perdana - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

19/02/2026

SPPG Batuan Sumenep Gelar Pelatihan Damkar Perdana



SUMENEP, Saksimata.my.id - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep Batuan Batuan menjadi dapur pertama di Kabupaten Sumenep yang menggelar sosialisasi pencegahan kebakaran sekaligus pelatihan pemadam kebakaran bagi seluruh tenaga operasional, Kamis (19/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta keselamatan kerja di lingkungan dapur pelayanan gizi.

Pelatihan tersebut bekerja sama dengan tim Satuan Polisi Pamong Praja Bidang Pencegahan dan Pemadam Kebakaran. Kegiatan diikuti staf dan puluhan relawan, mulai dari bagian persiapan, produksi, pemorsian, distribusi hingga petugas pencucian ompreng.

Peserta mendapatkan materi teori mengenai penyebab kebakaran, klasifikasi api, serta teknik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai penanganan awal saat terjadi insiden.

Kepala SPPG Sumenep Batuan Batuan, Matlimin, mengatakan dapur operasional memiliki risiko tinggi terhadap potensi kebakaran karena penggunaan kompor gas, peralatan listrik, dan aktivitas memasak dalam skala besar. Karena itu, pelatihan dinilai penting untuk meminimalkan risiko sekaligus memastikan keamanan seluruh pegawai.

“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Melalui pelatihan ini, setiap relawan diharapkan memiliki kemampuan dasar menangani situasi darurat sebelum bantuan profesional tiba,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, peserta mengikuti simulasi langsung pemadaman api di area terbuka dengan pendampingan instruktur. Mereka juga menjalani latihan evakuasi darurat guna memahami prosedur penyelamatan saat terjadi kebakaran.

Kasi Pencegahan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Sumenep, Widartono, mengapresiasi langkah proaktif SPPG Batuan Batuan dalam membangun budaya keselamatan kerja. Ia berharap inisiatif tersebut menjadi contoh bagi SPPG atau dapur pelayanan publik lainnya di Kabupaten Sumenep.

Matlimin menegaskan, pelatihan ini merupakan komitmen lembaganya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, profesional, dan tanggap terhadap potensi bencana, sekaligus menjadi tonggak peningkatan standar keselamatan operasional di sektor pelayanan gizi. (Red)

Post Top Ad