PROBOLINGGO, Saksimata.my.id – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan sosial berupa 27 paket sembako kepada warga terdampak bencana tanah longsor dan banjir di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar, Senin (9/3/2026).
Bantuan tersebut diberikan kepada 27 kepala keluarga yang rumahnya terdampak bencana. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Sugianto dan disaksikan Camat Kotaanyar Hari Pribadi.
Bencana longsor dan banjir yang terjadi sebelumnya mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan serta memaksa sebagian keluarga menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Sugianto mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial gerakan koperasi untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini merupakan komitmen Dekopinda dalam menjalankan fungsi sosial kemasyarakatan, baik secara rutin maupun insidental ketika terjadi musibah di tengah masyarakat.
“Kegiatan berbagi ini menjadi wujud kepedulian gerakan koperasi terhadap kondisi masyarakat, terlebih bencana terjadi di bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idulfitri,” ujar Sugianto.
Ia menambahkan, musibah yang terjadi secara tiba-tiba menyebabkan sejumlah warga harus menghadapi kerusakan rumah dan kesulitan ekonomi. Karena itu Dekopinda berupaya hadir untuk membantu meringankan beban warga terdampak.
Dalam kesempatan tersebut, Sugianto juga menyampaikan apresiasi kepada gerakan koperasi serta Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Timur (Dekopinwil Jatim) yang telah memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial di Kabupaten Probolinggo.
Menurutnya, keberadaan gerakan koperasi tidak hanya berperan dalam penguatan ekonomi masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dekopinda berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana sekaligus menjadi bentuk solidaritas sosial di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah. (Fahrul Mozza)
