FKPS Disorot: Program Sehat atau Seremonial? - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

30/03/2026

FKPS Disorot: Program Sehat atau Seremonial?

 

Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) terus mengklaim komitmennya dalam mendorong terwujudnya Kabupaten Probolinggo yang sehat melalui rangkaian kegiatan sosial, edukasi, hingga respons bencana sepanjang 2025 hingga 2026.


PROBOLINGGO, Saksimata.my.id - Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) terus mengklaim komitmennya dalam mendorong terwujudnya Kabupaten Probolinggo yang sehat melalui rangkaian kegiatan sosial, edukasi, hingga respons bencana sepanjang 2025 hingga 2026. Namun, efektivitas program tersebut mulai menjadi sorotan di tengah beragam persoalan kesehatan masyarakat yang belum sepenuhnya teratasi.(30/03/26)

Sejumlah kegiatan yang digelar mencakup bakti sosial bagi korban gempa di Kecamatan Tiris serta banjir di beberapa wilayah, disertai sosialisasi kesehatan, penanganan stunting, hingga pembangunan jamban sehat bagi warga kurang mampu. Meski demikian, belum ada pemaparan rinci terkait dampak langsung program tersebut terhadap penurunan angka penyakit atau perbaikan kualitas hidup masyarakat secara signifikan.

Di sisi lain, FKPS juga terlibat aktif dalam ajang Lomba Kabupaten/Kota Sehat (KKS) yang mengantarkan Kabupaten Probolinggo meraih penghargaan Swasti Saba Padapa. Penghargaan ini kerap dipandang sebagai indikator keberhasilan, namun sejumlah pihak menilai capaian administratif belum tentu mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Ketua FKPS, dr. Syahrudi, menyatakan bahwa seluruh kegiatan merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ia menegaskan FKPS tidak hanya berfungsi sebagai forum koordinasi, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran pola hidup bersih dan sehat.

“FKPS hadir bukan hanya sebagai forum koordinasi, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Kami berupaya terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat agar program Kabupaten Sehat dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Namun demikian, pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana sinergi yang dibangun mampu menjawab persoalan mendasar seperti akses sanitasi, gizi, dan layanan kesehatan di wilayah terpencil.

Syahrudi juga menekankan bahwa penghargaan dari KKS bukanlah tujuan akhir, melainkan dorongan untuk meningkatkan kinerja. Ia menyebut capaian tersebut sebagai motivasi untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Dengan berbagai program yang telah berjalan, FKPS tetap optimistis dapat memperkuat perannya dalam pembangunan kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Meski begitu, publik kini menunggu transparansi data dan evaluasi konkret untuk memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar berdampak, bukan sekadar rutinitas kegiatan tahunan. (Ma'at S)

Post Top Ad