![]() |
| Proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) yang digadang sebagai penggerak ekonomi pesisir selatan Jawa Timur memasuki fase krusial. Di Kabupaten Blitar, pembangunan masih menyisakan 13 kilometer ruas vital yang belum tersambung, tepatnya di jalur Sumbersih–Ringinrejo. |
BLITAR, Saksimata.my.id - Proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) yang digadang sebagai penggerak ekonomi pesisir selatan Jawa Timur memasuki fase krusial. Di Kabupaten Blitar, pembangunan masih menyisakan 13 kilometer ruas vital yang belum tersambung, tepatnya di jalur Sumbersih–Ringinrejo.
Kepala Dinas PUPR Blitar, Agus Zaenal, mengungkapkan konektivitas dari arah barat sebenarnya sudah terbentuk, dengan akses dari Tulungagung yang telah tersambung hingga Sumbersih. Namun, titik kritis justru berada pada ruas lanjutan yang belum rampung.
Ruas sepanjang 13 kilometer tersebut dinilai sebagai segmen penentu yang akan menghubungkan jalur utama hingga ke wilayah Ringinrejo. Tanpa penyelesaian bagian ini, konektivitas penuh JLS Blitar–Malang masih belum dapat berfungsi optimal.
Di sisi lain, pemerintah mengklaim progres di sejumlah titik lain berjalan. Pembangunan ruas dari Ringinrejo menuju kawasan wisata Pantai Jolo Sutro disebut mulai dikerjakan tahun ini, bersamaan dengan pengerjaan lanjutan menuju perbatasan Kabupaten Malang.
Namun, belum adanya kepastian waktu penyelesaian ruas Sumbersih–Ringinrejo memunculkan pertanyaan terkait konsistensi perencanaan proyek strategis ini. Keterlambatan pada satu segmen berpotensi menghambat manfaat keseluruhan jaringan jalan.
Pemerintah daerah menyebut jika seluruh tahapan berjalan lancar, maka pada akhir 2026 progres JLS di Blitar akan mendekati tuntas. Meski demikian, pernyataan tersebut masih menyisakan catatan karena ruas kunci sepanjang 13 kilometer belum sepenuhnya tersambung.
JLS selama ini diproyeksikan menjadi tulang punggung distribusi logistik dan akses wisata di pesisir selatan yang tertinggal. Namun tanpa penyelesaian menyeluruh, manfaat ekonomi yang dijanjikan berpotensi tertunda.
Proyek ini kini berada pada titik uji: apakah mampu benar-benar membuka isolasi wilayah selatan, atau justru kembali terhambat di segmen krusial yang belum terselesaikan.
(Red)
