Poros Pagi, Urai Macet Titik Rawan - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

04/03/2026

Poros Pagi, Urai Macet Titik Rawan



PROBOLINGGO, Saksimata.my.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo kembali menggelar giat Poros Pagi di sejumlah titik rawan kepadatan arus kendaraan, Rabu (5/3). Salah satu lokasi yang menjadi fokus pengaturan adalah Simpang 3 Pajarakan, jalur strategis penghubung arus utama pantura dan akses menuju kawasan permukiman serta pasar tradisional.

Pantauan di lapangan, sejumlah personel berseragam lengkap tampak mengatur arus kendaraan sejak pukul 06.00 WIB. Di Simpang 3 Pajarakan, Aipda Agus Wedi terlihat berdiri di tengah persimpangan, mengurai antrean kendaraan roda dua maupun roda empat yang saling berebut jalur.

Dari sudut pandang arus lalu lintas, titik ini memang tergolong rawan. Selain menjadi perlintasan utama pekerja dan pelajar di jam sibuk, minimnya kesadaran pengendara untuk tertib marka jalan sering memicu perlambatan bahkan nyaris kecelakaan kecil. Beberapa pengendara terlihat memotong jalur tanpa isyarat, memaksa petugas bertindak cepat mengatur prioritas kendaraan.

“Poros Pagi ini kegiatan rutin untuk mengantisipasi kepadatan dan potensi kecelakaan di jam berangkat kerja dan sekolah. Kami tempatkan anggota di titik-titik yang memiliki volume kendaraan tinggi,” ujar salah satu petugas Satlantas Polres Probolinggo di lokasi.

Ia menegaskan, Simpang 3 Pajarakan masuk dalam pemetaan daerah rawan kemacetan berdasarkan evaluasi internal dan laporan masyarakat. Menurutnya, kepadatan meningkat signifikan dalam beberapa bulan terakhir seiring pertumbuhan kendaraan dan aktivitas ekonomi warga.

Dari sisi keselamatan, keberadaan petugas di lapangan dinilai cukup efektif menekan potensi pelanggaran kasat mata, seperti pengendara tanpa helm, melawan arus, maupun parkir sembarangan di bahu jalan. Namun, persoalan klasik berupa disiplin berlalu lintas masih menjadi tantangan utama.

Seorang pengguna jalan yang melintas mengaku arus kendaraan lebih terkontrol saat ada petugas berjaga. “Kalau tidak ada polisi, biasanya macetnya bisa panjang sampai ke belakang pasar,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Satlantas Polres Probolinggo menyatakan akan terus mengevaluasi efektivitas Poros Pagi, termasuk kemungkinan penambahan personel dan rekayasa lalu lintas di titik-titik yang dinilai semakin padat.

Langkah preventif ini diharapkan bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang menciptakan budaya tertib berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Probolinggo.(Fahrul Mozza)

Post Top Ad