![]() |
| Pemilik aset bangunan yang digunakan sebagai dapur menggembok pintu setelah kemitraan diputus secara sepihak oleh Yayasan Tirta Mirah Asih. |
REMBANG, Saksimata.my.id - Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidorejo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, terhenti total sejak Rabu (11/3/2026). Penutupan terjadi setelah pemilik aset bangunan menggembok dapur operasional menyusul konflik kemitraan dengan Yayasan Tirta Mirah Asih yang diduga memutus kerja sama secara sepihak.
Akibat penutupan tersebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar sekitar 1.790 siswa di wilayah Pamotan terhenti. Selain itu, sebanyak 47 relawan dan staf dapur yang terlibat dalam operasional program juga kehilangan kepastian kerja.
Informasi yang dihimpun menyebutkan konflik bermula dari pesan WhatsApp yang dikirim pihak pembuat kebijakan Yayasan Tirta Mirah Asih pada Senin sore (9/3/2026). Pesan tersebut dinilai oleh Fatimatun Zahroil Batul—mitra sekaligus pemilik bangunan dapur—sebagai bentuk pemutusan hubungan kerja secara sepihak dan tidak profesional.
Fatimatun menegaskan bahwa dirinya bukan sekadar mitra operasional, melainkan pemilik sah aset bangunan yang selama ini digunakan sebagai fasilitas dapur program MBG.
Perselisihan tersebut disebut sebagai akumulasi ketegangan antara mitra lokal dengan Kepala SPPG yang telah berlangsung dalam waktu cukup lama.
Sebelumnya, pada Sabtu (7/3/2026), Yayasan Tirta Mirah Asih menggelar mediasi di Semarang. Namun hasil pertemuan tersebut dinilai merugikan pihak mitra karena pengelolaan dapur sepenuhnya diambil alih yayasan, sementara pengelolaan suplai bahan pangan diserahkan kepada Kepala SPPG.
Situasi semakin memanas setelah Fatimatun dikeluarkan dari grup koordinasi yayasan. Langkah tersebut memperkuat dugaan adanya pemutusan kemitraan tanpa prosedur yang jelas.
Pada Selasa malam (10/3/2026), sekitar 15 orang yang terdiri dari relawan dan asisten lapangan berkumpul di kediaman Fatimatun untuk membahas penyebab penutupan dapur serta mencari kemungkinan solusi atas konflik tersebut.
Namun hingga berita ini diturunkan, baik Fatimatun selaku mitra maupun Abdul Hasib sebagai Kepala SPPG belum memberikan keterangan resmi saat dimintai konfirmasi.
Secara terpisah, Ngadiyono selaku PIC MBG pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang sekaligus Kepala Bidang Pembinaan SMP mengaku baru menerima informasi penghentian operasional dari Korwil SPPI.
“Saya belum mengetahui kronologis lengkapnya,” ujarnya.
Koordinator SPPI Kabupaten Rembang, Aprilia Qulan Syakila, juga membenarkan adanya penghentian sementara operasional SPPG Sidorejo akibat persoalan internal yang perlu diselesaikan segera.
“Dari laporan Kepala SPPG, memang operasional berhenti hingga besok. Namun untuk Jumat dan Sabtu tetap ada pendistribusian terakhir sebelum libur Lebaran,” jelasnya.
Pihak koordinator memastikan permasalahan tersebut sedang ditangani agar tidak berdampak lebih luas terhadap keberlanjutan program MBG yang menyasar ribuan siswa di wilayah Kabupaten Rembang. (Red)
