Aksi Penghijauan Polisi Disorot, Seremonial atau Solusi? - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

17/04/2026

Aksi Penghijauan Polisi Disorot, Seremonial atau Solusi?

Polres Probolinggo Polda Jawa Timur menggelar aksi penanaman pohon di Kecamatan Kraksaan sebagai bagian dari gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) untuk pemulihan lahan kritis, di tengah sorotan efektivitas program penghijauan yang kerap berujung seremonial.



PROBOLINGGO, Saksimata.my.id Polres Probolinggo Polda Jawa Timur menggelar aksi penanaman pohon di Kecamatan Kraksaan sebagai bagian dari gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) untuk pemulihan lahan kritis, di tengah sorotan efektivitas program penghijauan yang kerap berujung seremonial.

Kegiatan yang dipimpin Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif itu melibatkan pejabat utama (PJU) Polres serta Bhayangkari Cabang Probolinggo. Penanaman dilakukan secara simbolis sebelum dilanjutkan oleh peserta lain di sejumlah titik, termasuk area TK Bhayangkari dan Rumah Dinas Sumberlele Kraksaan.

Kapolres menyatakan kegiatan ini sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan sekaligus langkah strategis mengatasi kerusakan lahan yang berpotensi memicu bencana ekologis seperti banjir dan longsor.

Namun, pernyataan tersebut berbanding lurus dengan pengakuan bahwa kegiatan penghijauan sering berhenti pada tahap seremoni tanpa pengawasan berkelanjutan.

“Penanaman pohon ini tidak boleh hanya simbolis, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan,” tegas AKBP Latif, Kamis (16/4/2026).

Ia juga menekankan peran anggota Polri sebagai pelopor dalam menjaga lingkungan, termasuk memastikan tanaman yang sudah ditanam tidak dibiarkan tanpa perawatan.

Meski demikian, tidak dijelaskan secara rinci mekanisme pemantauan, target luasan lahan yang direhabilitasi, maupun tingkat keberhasilan program penghijauan sebelumnya di wilayah tersebut.

Ketua Bhayangkari Cabang Probolinggo menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini dan menyebut penanaman pohon di lingkungan TK Bhayangkari sebagai sarana edukasi lingkungan bagi anak sejak dini.

Selain itu, penghijauan juga dilakukan di kawasan rumah dinas untuk menciptakan lingkungan yang lebih asri dan sehat. Namun, langkah ini memunculkan pertanyaan terkait prioritas lokasi penghijauan, apakah difokuskan pada lahan kritis yang berdampak luas atau masih terbatas pada area institusional.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol komitmen menjaga lingkungan. Hingga kini, belum ada data terbuka terkait dampak nyata maupun evaluasi jangka panjang dari program Indonesia ASRI yang dijalankan di wilayah Probolinggo. (Ma'at S)


Post Top Ad