PROBOLINGGO, Saksimata.my.id - Kegiatan pengaturan lalu lintas (gatur) pagi yang dilakukan oleh Aiptu Istono, anggota Satlantas Polres Probolinggo, di Jalan Raya Dringu menjadi sorotan publik. Aktivitas yang rutin digelar untuk mengurai kepadatan kendaraan pada jam sibuk tersebut dinilai belum sepenuhnya efektif oleh sejumlah pengguna jalan yang melintas di kawasan itu.
Sejumlah pengendara mengungkapkan bahwa meskipun kehadiran petugas membantu memperlancar arus lalu lintas, masih ditemukan titik-titik kemacetan yang belum tertangani dengan optimal. “Petugas sudah ada di lokasi sejak pagi, tapi antrean kendaraan tetap panjang, terutama dari arah pasar,” ujar seorang pengendara roda dua yang enggan disebutkan namanya.
Dari sudut pandang lain, pihak internal kepolisian menyebutkan bahwa kegiatan gatur pagi merupakan bagian dari upaya preventif untuk mengurangi potensi kecelakaan serta menjaga ketertiban lalu lintas. “Kami terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik, termasuk dalam pengaturan arus kendaraan di titik rawan padat,” kata seorang perwakilan yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Namun, pengamat transportasi lokal menilai bahwa permasalahan di Jalan Raya Dringu tidak cukup diselesaikan hanya dengan kehadiran petugas di lapangan. Ia menyoroti perlunya rekayasa lalu lintas yang lebih sistematis serta penataan kawasan yang menjadi sumber kepadatan. “Kalau hanya mengandalkan gatur manual, dampaknya terbatas. Harus ada solusi jangka panjang,” ungkapnya.
Sementara itu, warga sekitar berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap pola pengaturan lalu lintas di wilayah tersebut. Mereka menginginkan adanya koordinasi lintas instansi untuk mengatasi akar persoalan, termasuk pengelolaan parkir liar dan aktivitas pasar yang meluber ke badan jalan.
Kegiatan gatur pagi oleh Aiptu Istono dan jajaran Satlantas Polres Probolinggo tetap berlangsung sebagai bagian dari rutinitas pelayanan publik. Namun, tuntutan akan efektivitas dan solusi berkelanjutan menjadi catatan penting yang perlu segera ditindaklanjuti. (Fahrul Mozza)

