PROBOLINGGO, Saksimata.my.id - Kegiatan poros pagi yang digelar jajaran kepolisian di wilayah hukum Polres Probolinggo kembali menjadi sorotan, menyusul penempatan personel di sejumlah titik rawan kecelakaan dan kemacetan. Pantauan di lapangan menunjukkan aparat disiagakan sejak dini hari untuk mengatur arus lalu lintas, terutama di jalur padat aktivitas masyarakat dan kawasan perlintasan utama.
Sejumlah titik yang dinilai rawan, seperti persimpangan padat kendaraan hingga akses menuju kawasan pendidikan dan pasar tradisional, menjadi fokus utama pengamanan. Kehadiran petugas di lokasi tersebut disebut sebagai langkah preventif guna menekan angka kecelakaan serta mengurai kepadatan lalu lintas pada jam sibuk.
“Ini bagian dari upaya rutin, tapi kami juga melakukan pemetaan ulang berdasarkan tingkat kerawanan terbaru,” ujar seorang petugas di lapangan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar formalitas, melainkan respons terhadap peningkatan volume kendaraan dalam beberapa waktu terakhir.
Namun, di balik kegiatan tersebut, muncul beragam pandangan dari masyarakat. Sebagian pengguna jalan mengapresiasi kehadiran polisi yang dinilai membantu kelancaran arus lalu lintas. “Kalau pagi memang padat, jadi sangat terbantu dengan adanya petugas,” ungkap seorang pengendara.
Di sisi lain, ada pula kritik yang menilai pelaksanaan poros pagi masih belum merata di seluruh titik rawan. “Masih ada beberapa lokasi yang sering macet tapi belum terlihat petugas berjaga secara konsisten,” kata seorang warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Dari sudut pandang internal, kegiatan ini disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas. Pihak terkait menilai bahwa kehadiran aparat di jalan bukan hanya untuk pengaturan, tetapi juga memberikan efek psikologis bagi pengguna jalan agar lebih disiplin.
Sementara itu, pengamat transportasi lokal menilai bahwa langkah ini perlu diimbangi dengan evaluasi berkala dan keterlibatan lintas sektor. “Penempatan personel harus berbasis data yang akurat dan diperbarui secara dinamis, agar efektif dan tidak sekadar rutinitas,” ujarnya.
Kegiatan poros pagi di Probolinggo pun menjadi cerminan upaya menjaga ketertiban di ruang publik, sekaligus membuka ruang evaluasi terhadap efektivitas kehadiran aparat dalam menjawab persoalan lalu lintas yang terus berkembang.(Fahrul Mozza)
