Gatur Pagi Kasat Lantas, Efektif atau Sekadar Rutinitas? - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

07/04/2026

Gatur Pagi Kasat Lantas, Efektif atau Sekadar Rutinitas?

Kegiatan pengaturan lalu lintas (gatur) pagi yang digelar Satuan Lalu Lintas Polres Probolinggo Kota kembali dilaksanakan dengan dipimpin langsung Kasat Lantas AKP Marjono. Sejumlah personel diterjunkan di titik-titik rawan kemacetan, khususnya di kawasan persimpangan dan jalur padat aktivitas masyarakat pada jam berangkat kerja dan sekolah.


PROBOLINGGO, Saksimara.my.id - Kegiatan pengaturan lalu lintas (gatur) pagi yang digelar Satuan Lalu Lintas Polres Probolinggo Kota kembali dilaksanakan dengan dipimpin langsung Kasat Lantas AKP Marjono. Sejumlah personel diterjunkan di titik-titik rawan kemacetan, khususnya di kawasan persimpangan dan jalur padat aktivitas masyarakat pada jam berangkat kerja dan sekolah.

Pantauan di lapangan, arus kendaraan tampak padat merayap di beberapa ruas jalan utama. Kehadiran petugas terlihat cukup sigap mengurai kepadatan. Selain mengatur kendaraan, anggota Satlantas juga tampak membantu menyeberangkan beberapa anak sekolah di depan area pendidikan serta pejalan kaki yang hendak melintas di jalan ramai.



Seorang petugas di lokasi yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat setiap pagi.

“Kami fokus pada kelancaran arus dan keselamatan pengguna jalan, terutama anak-anak sekolah. Itu jadi prioritas kami,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengakui bahwa tidak semua titik rawan dapat tercover secara maksimal karena keterbatasan personel yang tersedia di lapangan.

Sementara itu, seorang pengguna jalan yang juga meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa kehadiran petugas memang membantu, tetapi belum merata.

“Kalau ada petugas, lebih tertib dan anak-anak aman nyebrang. Tapi di beberapa titik lain masih sering macet tanpa pengaturan,” katanya.

Dari sudut pandang investigatif, kegiatan gatur pagi ini menunjukkan dampak langsung dalam menciptakan ketertiban lalu lintas secara situasional. Namun, efektivitasnya masih dipertanyakan ketika tidak ada pengawasan langsung dari pimpinan. Pola ini memunculkan dugaan bahwa intensitas dan kualitas pelaksanaan belum sepenuhnya konsisten.

Selain itu, belum terlihat adanya transparansi data terkait sejauh mana kegiatan ini mampu menekan angka kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota. Tanpa indikator yang terukur, keberhasilan program cenderung dinilai secara kasat mata semata.

Kehadiran langsung AKP Marjono di lapangan memang memberi kesan keseriusan institusi. Namun publik kini menunggu pembuktian lebih jauh—apakah gatur pagi ini menjadi solusi berkelanjutan atau sekadar rutinitas yang efektif hanya saat mendapat perhatian khusus. (Fahrul Mozza)

Post Top Ad