Komitmen Pelayanan Rutan Kraksaan Dipertanyakan Seremonial - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

06/04/2026

Komitmen Pelayanan Rutan Kraksaan Dipertanyakan Seremonial



PROBOLINGGO, Sasimata.my.id - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kraksaan menggelar apel peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan bertema “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”, Senin (6/4/2026), di tengah sorotan publik terhadap kualitas layanan pemasyarakatan yang dinilai masih jauh dari optimal.

Apel yang melibatkan seluruh pegawai serta dihadiri unsur TNI dan Polri itu diklaim sebagai bentuk sinergi lintas instansi. Namun, kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut juga memunculkan pertanyaan soal sejauh mana kolaborasi itu berdampak nyata terhadap pembenahan sistem dan pelayanan di dalam rutan.

Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menyebut peringatan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan.

“Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen, meningkatkan profesionalisme serta menghadirkan pelayanan yang humanis dan berintegritas,” ujarnya.

Pernyataan tersebut berbanding lurus dengan klaim internal bahwa reformasi pelayanan terus dilakukan. Namun, tanpa indikator capaian yang terukur, komitmen tersebut dinilai masih bersifat normatif.

Kepala Sub Seksi Pengelolaan, Fathorrosi, juga menekankan pentingnya evaluasi internal melalui momentum ini. Ia menyebut refleksi diperlukan untuk menutup celah kekurangan yang selama ini terjadi.

“Momentum ini menjadi ajang refleksi untuk memperbaiki kekurangan dan memperkuat kebersamaan. Dengan kerja sama yang solid, pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan,” katanya.

Meski demikian, publik masih menunggu bukti konkret dari janji peningkatan layanan tersebut, terutama dalam aspek transparansi, akuntabilitas, dan perlakuan terhadap warga binaan yang kerap menjadi sorotan.

Rutan Kraksaan kembali menegaskan komitmennya menghadirkan layanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan akuntabel. Namun, tanpa pengawasan ketat dan evaluasi terbuka, komitmen tersebut berisiko berhenti pada retorika seremonial semata. (Ma'at S)

Post Top Ad