Percepatan Tanam Diperta Dipertanyakan Efektivitasnya - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

24/04/2026

Percepatan Tanam Diperta Dipertanyakan Efektivitasnya

Uploaded Image
Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Pertanian (Diperta) menggenjot percepatan tanam serempak di lahan Kelompok Tani Maju Makmur Tiga, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kamis (23/4/2026).



PROBOLINGGO, Saksimata.my.id – Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Pertanian (Diperta) menggenjot percepatan tanam serempak di lahan Kelompok Tani Maju Makmur Tiga, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kamis (23/4/2026). Program ini diklaim sebagai upaya meningkatkan produksi padi di tengah ancaman musim kemarau, namun efektivitasnya masih perlu diuji di lapangan.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, mulai dari Plt Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Falentina Ekawati Dyah Puspitasari, perwakilan Kementerian Pertanian RIpenyuluh pertanian lintas kecamatan hingga aparat TNI dan kelompok tani setempat.

Falentina menyatakan percepatan tanam bertujuan meningkatkan produksi padi, memperluas luas tambah tanam (LTT), serta menjaga ketersediaan beras. Ia juga menekankan optimalisasi lahan agar tidak ada area pertanian yang menganggur.

Namun, klaim peningkatan produksi dan efisiensi usaha tani tersebut belum disertai data terukur terkait capaian riil di tingkat petani. Sejumlah indikator seperti kenaikan produktivitas, stabilitas harga gabah, hingga dampak langsung terhadap pendapatan petani belum dipaparkan secara rinci kepada publik.

Di sisi lain, program ini disebut memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, penyuluh dan kelompok tani. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting, meski pengawasan terhadap implementasi di lapangan menjadi kunci agar program tidak sekadar seremonial.

Diperta Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya menjaga ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi lahan dan pemanfaatan alat mesin pertanian. Meski demikian, transparansi data, evaluasi berkala, serta akuntabilitas penggunaan sumber daya menjadi faktor krusial untuk memastikan program benar-benar berdampak bagi petani. (Ma'at S)

Post Top Ad