![]() |
| Dua personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kolonel Hermawan Weharima dan Letkol Sukmana Bayuaji, menerima penghargaan dari Pemerintah Kerajaan Kamboja berupa The Royal Order of Sahametrei atas kontribusi mereka dalam misi ASEAN Observer Team (AOT). |
JAKARTA, Saksimata.my.id - Dua perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kolonel Hermawan Weharima dan Letkol Sukmana Bayuaji, menerima penghargaan kehormatan dari Pemerintah Kerajaan Kamboja berupa The Royal Order of Sahametrei atas keterlibatan mereka dalam misi ASEAN Observer Team (AOT). Penghargaan ini diberikan di tengah sorotan terhadap efektivitas misi pemantauan pascakonflik di kawasan.
Penganugerahan dilakukan pada 2 April 2026 oleh Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja, Jenderal Vong Pisen, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi kedua perwira dalam mendukung implementasi gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand. Tim AOT Indonesia diketahui telah bertugas sejak 10 September 2025.
Pihak militer Kamboja mengklaim kehadiran AOT berperan penting dalam menjaga stabilitas di wilayah perbatasan, khususnya melalui pemantauan pelaksanaan gencatan senjata dan membangun kepercayaan antar pihak yang sebelumnya berkonflik. Namun, tidak dijelaskan secara rinci indikator keberhasilan maupun dampak konkret terhadap penurunan potensi konflik di lapangan.
AOT sendiri merupakan kelanjutan dari ASEAN Interim Observer Team (IOT) yang dibentuk dalam pertemuan khusus di Putrajaya, Malaysia, pada 28 Juli 2025. Pembentukan tim ini dilatarbelakangi kebutuhan pengawasan netral pascakonflik bersenjata terkait sengketa wilayah antara Kamboja dan Thailand.
Secara operasional, AOT berjalan berdasarkan Terms of Reference (TOR) yang disepakati dalam pertemuan General Border Committee (GBC) Kamboja–Thailand pada 26 Oktober 2025. Meski demikian, transparansi pelaksanaan mandat di lapangan masih menjadi pertanyaan, terutama terkait akses publik terhadap hasil pemantauan.
Penghargaan The Royal Order of Sahametrei sendiri diberikan kepada warga negara asing yang dinilai berjasa bagi Kerajaan Kamboja. Penganugerahan ini juga dipandang sebagai simbol hubungan bilateral yang erat antara Indonesia dan Kamboja.
Di sisi lain, keterlibatan personel TNI dalam misi AOT menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan. Namun, pengakuan simbolik tersebut dinilai perlu diimbangi dengan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas misi, guna memastikan kontribusi nyata dalam mencegah eskalasi konflik di wilayah perbatasan.
(Red)
