AWPR Bubarkan Panitia HPN, Transparansi Disorot - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

01/05/2026

AWPR Bubarkan Panitia HPN, Transparansi Disorot

 



PROBOLINGGO, Saksimata.my.id - Afiliasi Wartawan Probolinggo Raya (AWPR) menggelar pembubaran panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2026 pada Jumat (1/5/2026) yang dirangkaikan dengan tasyakuran dan kegiatan sosial di Yayasan Muhammadiyah. Kegiatan ini turut menjadi ajang evaluasi internal, termasuk penyampaian laporan penggunaan anggaran yang menjadi perhatian anggota.

Dalam forum tersebut, Ketua Panitia HPN 2026, Fahrul Mozza, menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan secara terbuka di hadapan anggota. Ia memaparkan rangkaian kegiatan, sumber dan penggunaan anggaran, serta hasil yang dicapai selama peringatan HPN berlangsung.

“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Terima kasih kepada seluruh panitia dan anggota yang telah berkontribusi,” ujarnya.

Meski laporan disampaikan secara internal, transparansi pengelolaan anggaran organisasi profesi seperti ini dinilai penting untuk menjaga akuntabilitas, terutama dalam konteks kepercayaan publik terhadap insan pers. Keterbukaan informasi menjadi prinsip mendasar yang juga diatur dalam Undang-Undang Pers.

Selain agenda pembubaran, AWPR juga menyalurkan bantuan berupa baju batik Pekalongan kepada anak yatim piatu. Kegiatan sosial ini disebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus memperkuat citra humanis organisasi.

Namun demikian, sejumlah pihak menilai bahwa kegiatan seremonial dan sosial perlu diimbangi dengan penguatan fungsi utama pers, yakni kontrol sosial dan penyampaian informasi yang independen serta berimbang.

Pembubaran panitia HPN ini juga menjadi momentum refleksi bagi AWPR dalam meningkatkan profesionalitas anggotanya, terutama di tengah tantangan industri media yang menuntut integritas dan kredibilitas tinggi.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan HPN 2026, AWPR diharapkan mampu menjaga konsistensi dalam menerapkan prinsip transparansi, tidak hanya dalam organisasi, tetapi juga dalam praktik jurnalistik sehari-hari di tengah masyarakat. (Fahrul Mozza)


Post Top Ad