PROBOLINGGO, Saksimata.my.id - Polres Probolinggo menggelar upacara pemberian penghargaan bagi personel berprestasi dan pemenang lomba Satkamling 2026 di Mapolres Probolinggo, Senin (4/5/2026). Namun, di balik seremoni tersebut, muncul pertanyaan terkait transparansi penilaian dan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja institusi.
Upacara dipimpin langsung Kapolres Probolinggo, M. Wahyudin Latif, serta dihadiri jajaran pejabat utama, kapolsek, hingga ASN Polri. Puluhan anggota menerima penghargaan atas klaim prestasi dan dedikasi dalam tugas, meski indikator penilaian tidak dipaparkan secara terbuka kepada publik.
Selain personel kepolisian, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah kepala desa pemenang lomba Satkamling. Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari upaya mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Namun, mekanisme seleksi dan parameter keberhasilan program Satkamling turut menjadi sorotan karena minimnya penjelasan rinci.
Dalam sambutannya, Kapolres menyatakan penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi dan motivasi internal. Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme serta menjaga kepercayaan publik. Pernyataan ini muncul di tengah tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan akuntabilitas kinerja kepolisian.
Sejumlah pihak menilai kegiatan seremonial seperti ini perlu diimbangi dengan evaluasi konkret terhadap kinerja di lapangan, termasuk penanganan kasus, pelayanan publik, dan respons terhadap aduan masyarakat. Tanpa itu, penghargaan dikhawatirkan hanya menjadi agenda rutin tanpa dampak signifikan.
Kapolres juga menyoroti pentingnya peran masyarakat melalui Satkamling dalam menjaga stabilitas keamanan. Meski demikian, efektivitas program tersebut dalam menekan angka kriminalitas belum disertai data komprehensif yang dapat diuji secara independen.
Kegiatan yang berlangsung lancar ini mencerminkan soliditas internal, namun publik masih menunggu langkah nyata yang lebih substansial dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kinerja kepolisian di wilayah Probolinggo.
(Fahrul Mozza)