
Menko Polkam Djamari Chaniago dalam acara silaturahmi dengan unsur Forum Forkopimda se-Sulawesi. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)
JAKARTA, Saksimata.my.id – Pemerintah pusat mengakui tekanan geopolitik global menjadi salah satu tantangan serius yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional dan kehidupan masyarakat. Di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi dunia, pemerintah mengklaim terus melakukan berbagai langkah strategis agar dampak gejolak internasional tidak membebani rakyat secara langsung.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago saat menghadiri silaturahmi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Sulawesi di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari, Sabtu (30/5).
Menurut Djamari, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak hanya bersumber dari persoalan domestik, tetapi juga dipengaruhi perkembangan geopolitik global yang terus berubah dan berimbas pada berbagai sektor strategis.
“Kalaupun ada masalah, kita harus segera menemukan akar persoalannya dan menyelesaikannya di tempat. Kondisi geopolitik dunia saat ini memang memberikan tantangan tersendiri. Namun, pemerintah pusat terus bekerja keras agar dampaknya tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat,” ujar Djamari sebagaimana dikutip dari siaran pers Kemenko Polkam.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, pemerintah disebut berupaya menjaga stabilitas nasional melalui sejumlah kebijakan yang dinilai berkaitan langsung dengan daya tahan ekonomi dan sosial masyarakat. Beberapa langkah yang disorot antara lain mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, memperluas kehadiran negara melalui satuan TNI di daerah, pembangunan batalion teritorial, pembentukan Koperasi Merah Putih, pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga pengembangan program Sekolah Rakyat.
Kebijakan tersebut, menurut Djamari, menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menghadapi persaingan dan dinamika dunia yang semakin kompleks.
“Sadarilah bahwa itu adalah tugas besar kita bersama. Tugas kita bukan hanya menjaga stabilitas, tetapi juga turut mencerdaskan masyarakat dan mempersiapkan generasi masa depan yang lebih baik,” kata mantan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI tersebut.
Djamari juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh unsur Forkopimda dalam menjaga stabilitas wilayah. Menurutnya, koordinasi yang kuat menjadi faktor penting untuk mencegah munculnya keresahan sosial akibat informasi yang tidak utuh maupun dampak lanjutan dari situasi global.
“Pembangunan dapat berjalan dengan baik, dan berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat dapat dijelaskan secara tepat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun keresahan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak lanjutan dinamika geopolitik dunia yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi, sosial, dan keamanan nasional. Meski demikian, efektivitas berbagai program yang telah digulirkan akan menjadi perhatian publik dalam memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat daerah.
(Red)