PROBOLINGGO, Saksimata.my.id - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan membagikan suplemen vitamin kepada seluruh pegawai, Kamis (25/6/2026), sebagai upaya menjaga kondisi kesehatan dan kebugaran aparatur yang bertugas dalam pelayanan pemasyarakatan.
Program tersebut dilakukan di tengah tuntutan tugas pemasyarakatan yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental petugas, mulai dari pelayanan kepada masyarakat hingga pembinaan warga binaan. Manajemen Rutan Kraksaan menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas dan kualitas pelayanan publik.
Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Galih Setiyo Nugroho mengatakan kesehatan pegawai menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Karena itu, institusinya berupaya memberikan dukungan yang dapat membantu menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh seluruh jajaran.
“Pegawai yang sehat akan mampu memberikan pelayanan yang optimal. Oleh karena itu, pembagian vitamin ini menjadi salah satu bentuk dukungan kami untuk menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh seluruh jajaran,” kata Galih.
Menurutnya, kondisi kesehatan pegawai memiliki pengaruh langsung terhadap kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat maupun warga binaan. Pegawai yang sehat dinilai lebih mampu bekerja secara produktif, fokus, dan responsif dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Program pembagian vitamin tersebut juga disebut sebagai bagian dari komitmen Rutan Kraksaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan.
“Program pembagian vitamin ini menjadi bagian dari komitmen Rutan Kraksaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan mendukung kesejahteraan pegawai. Langkah ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan,” jelasnya.
Selain pemberian vitamin, Galih mengimbau seluruh pegawai untuk menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi, olahraga secara teratur, serta pengaturan waktu istirahat yang memadai guna menjaga kondisi fisik tetap prima.
“Kesehatan harus menjadi perhatian bersama. Dengan kondisi tubuh yang prima, pegawai dapat menjalankan tugas secara maksimal serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga binaan,” terangnya.
Galih menegaskan keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh sistem kerja yang berjalan efektif, tetapi juga ditopang oleh kualitas sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan pegawai dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung kinerja lembaga secara berkelanjutan.
“Harapan kami seluruh pegawai selalu dalam kondisi bugar sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya.
(Fahrul Moza)
