Ledakan Gudang Amunisi TNI, Satu Prajurit Gugur - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

17/07/2026

Ledakan Gudang Amunisi TNI, Satu Prajurit Gugur




MADIUN, Saksimata.my.id - Ledakan terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026). Insiden yang terjadi saat kegiatan pemeriksaan dan perawatan materiil amunisi itu mengakibatkan satu prajurit TNI Angkatan Darat gugur serta enam personel lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan, berdasarkan laporan awal, ledakan terjadi ketika personel sedang melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan amunisi di salah satu gudang penyimpanan. Dari peristiwa tersebut, satu personel dinyatakan meninggal dunia, empat mengalami luka berat, dan dua lainnya menderita luka ringan.

Seluruh korban segera dievakuasi ke RSUD Caruban untuk mendapatkan penanganan medis. Dua korban yang mengalami luka ringan telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), sementara empat korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Korban yang gugur diketahui merupakan Prajurit TNI AD bernama Henki Notokusumo (36). Jenazah almarhum telah dimakamkan secara militer di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdiannya kepada negara.

Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit tersebut. TNI AD juga memastikan memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta menjamin seluruh personel yang terluka memperoleh penanganan medis secara maksimal hingga pulih.

Menurut Donny, seluruh prosedur pemeliharaan dan perawatan munisi telah dilaksanakan sesuai standar operasional yang berlaku, mulai dari briefing awal hingga pelaksanaan di lapangan. Namun demikian, penyebab pasti ledakan masih belum dapat dipastikan sehingga memerlukan investigasi lebih lanjut.

Untuk mengungkap penyebab insiden tersebut, TNI AD telah membentuk tim investigasi dari Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad). Tim telah diberangkatkan ke lokasi guna melakukan penyelidikan secara profesional, objektif, dan menyeluruh, termasuk mengidentifikasi kronologi kejadian serta jenis amunisi yang terlibat dalam ledakan.

Area gudang amunisi di Kecamatan Saradan kini disterilkan untuk mendukung proses investigasi. Kawasan tersebut merupakan fasilitas militer dengan akses terbatas sehingga masyarakat diminta tidak mendekati lokasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

TNI AD menegaskan hasil investigasi akan menjadi dasar evaluasi terhadap sistem pengelolaan, penyimpanan, dan pemeliharaan amunisi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Hingga proses penyelidikan selesai, penyebab ledakan masih belum dapat disimpulkan dan masyarakat diimbau menunggu keterangan resmi dari otoritas berwenang.(Red)


Post Top Ad