SIG Sertifikasi 103 Tenaga Konstruksi Jatim - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

04/07/2026

SIG Sertifikasi 103 Tenaga Konstruksi Jatim




GRESIK, Saksimata.my.id - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Semen Gresik bersama Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Akademi Jago Bangunan bagi 103 tenaga konstruksi dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026 di Kantor BJKW IV Surabaya ini menjadi sorotan karena menyentuh langsung isu kualitas dan standarisasi tenaga kerja di sektor konstruksi yang selama ini dinilai masih timpang antara kebutuhan industri dan kompetensi lapangan.

Peserta berasal dari berbagai wilayah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Ponorogo, Mojokerto, Pasuruan, Madiun, Magetan, Ngawi, Pacitan, hingga Madura. Pemerataan asal peserta ini menunjukkan adanya upaya penguatan kapasitas tenaga kerja konstruksi lintas daerah, yang selama ini kerap menghadapi perbedaan akses pelatihan dan sertifikasi.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali materi teknis yang mencakup metode kerja efisien, pemahaman material bangunan seperti semen, beton, dan mortar, hingga pengenalan inovasi produk turunan semen hijau SIG berupa bata interlock presisi. Materi ini dinilai relevan dengan arah industri konstruksi modern yang mulai menuntut efisiensi, presisi, serta penggunaan material ramah lingkungan.

Selain aspek teknis, peserta juga mendapat penguatan pada penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Hal ini menjadi titik krusial mengingat sektor konstruksi masih memiliki risiko kecelakaan kerja yang relatif tinggi di lapangan. Dalam proses sertifikasi, peserta tidak hanya diuji melalui wawancara kompetensi, tetapi juga praktik langsung berupa pembuatan bangku taman sebagai indikator kemampuan teknis dan ketepatan kerja.

Dari perspektif industri, program ini dapat dibaca sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem tenaga kerja konstruksi yang lebih tersertifikasi. Langkah tersebut sekaligus mempertegas peran PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan PT Semen Gresik dalam membangun rantai nilai industri bahan bangunan yang tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di lapangan.

General Manager of Marketing Planning and Development PT Semen Gresik, Achmad Al Mahmudi, menyebut program ini sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kompetensi tenaga konstruksi sekaligus memperkuat hubungan dengan mitra sektor pembangunan. Ia menegaskan bahwa kualitas infrastruktur sangat bergantung pada kemampuan tenaga kerja yang mengerjakannya.

“Tenaga konstruksi memiliki peran penting dalam menentukan kualitas hasil pembangunan. Melalui program Akademi Jago Bangunan, kami berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar mereka semakin profesional, kompeten, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa tenaga konstruksi bukan hanya pelaksana teknis, tetapi juga pihak yang kerap menjadi rujukan masyarakat dalam memilih material bangunan. Posisi ini membuat peningkatan kompetensi menjadi semakin strategis, karena berdampak langsung pada pola konsumsi material di tingkat masyarakat.

Namun di balik program pelatihan ini, muncul catatan penting terkait konsistensi sertifikasi tenaga kerja konstruksi di Indonesia. Pemerataan akses pelatihan, keberlanjutan program, serta efektivitas implementasi di lapangan menjadi indikator yang kerap dipertanyakan dalam berbagai program peningkatan kompetensi serupa.

Salah satu peserta, Yusuf Arief (53) asal Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, mengaku pelatihan ini memberi dampak langsung pada peningkatan wawasan dan kepercayaan diri dalam bekerja. Ia menilai sertifikasi menjadi nilai tambah yang berpengaruh pada kepercayaan konsumen terhadap tenaga kerja.

“Program seperti ini sangat bermanfaat karena menambah wawasan tentang dunia konstruksi yang terus berkembang sekaligus memperluas jejaring dengan sesama tukang. Terima kasih kepada SIG dan PT Semen Gresik atas kesempatan yang diberikan,” katanya.

Program Akademi Jago Bangunan ini juga memperlihatkan upaya penguatan sinergi antara industri, lembaga pelatihan, dan tenaga kerja konstruksi dalam mendukung pembangunan yang lebih aman, berkualitas, dan berkelanjutan di Jawa Timur. Meski demikian, tantangan ke depan tetap terletak pada bagaimana sertifikasi ini benar-benar diakui dan diterapkan secara luas dalam praktik proyek konstruksi di lapangan.

(Red)


Post Top Ad