Bupati Mojokerto Resmikan Jalan Poros Rp2,9 Miliar - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

12/01/2026

Bupati Mojokerto Resmikan Jalan Poros Rp2,9 Miliar

 

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra saat meresmikan jalan poros Dusun Kelompok di Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi. [Foto : ist]


MOJOKERTO, Saksimata.my.id – Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra meresmikan jalan poros Dusun Kelompok di Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi, Minggu (11/1/2026). Jalan senilai Rp2,9 miliar ini menjadi akses vital penghubung antardesa sekaligus jalur utama menuju fasilitas pendidikan.

Peresmian ditandai tasyakuran bersama yang dihadiri Forkopimca Kemlagi, Kepala Desa Mojogebang beserta perangkatnya, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga Dusun Kelompok yang antusias menyambut rampungnya pembangunan.

Bupati yang akrab disapa Gus Barra menegaskan pembangunan infrastruktur merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses jalan yang layak.

“Pembangunan jalan poros Dusun Kelompok ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam menyediakan akses yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, proyek tersebut merupakan bagian dari belanja modal jalan kabupaten berupa pelebaran ruas Mojowono–Mojogebang. Jalan ini menghubungkan Desa Mojowono dan Desa Mojogebang serta menjadi akses utama menuju SMK Negeri Kemlagi.

Pembangunan jalan menelan anggaran Rp2.945.932.000 dengan pekerjaan pelebaran jalan selebar 5,50 meter sepanjang 350 meter dan lebar 5,00 meter sepanjang 438 meter. Konstruksi menggunakan perkerasan beton FS 40 bertulangan wiremesh, dilengkapi dinding penahan dari pasangan batu kali.

Untuk mendukung kelancaran drainase, dibangun pula saluran RCP berdiameter 80 sentimeter di dua titik.

Gus Barra berharap keberadaan jalan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial.

“Jalan ini dibangun agar mobilitas warga lebih lancar, mulai bekerja, mengangkut hasil usaha, bersekolah, hingga aktivitas sehari-hari. Ini dibangun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar menjalankan program,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan desa menjadi fondasi utama kemajuan daerah. Akses jalan yang baik diyakini mampu mendorong pergerakan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga secara merata.

“Ketika akses desa semakin baik, ekonomi akan bergerak lebih cepat dan kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan bersama,” pungkasnya. (Red)

Post Top Ad