![]() |
| Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra meninjau banjir di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong. [Foto : ist] |
MOJOKERTO, Saksimata.my.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto bergerak cepat menangani banjir yang melanda Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong. Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
Banjir genangan terjadi pada, Sabtu (10/1/2026) dini hari setelah wilayah setempat diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak Jumat malam. Hujan berkepanjangan menyebabkan luapan Anak Sungai Lamong, sehingga air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 02.00 WIB.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 13 rumah warga terdampak dengan ketinggian air berkisar 15 hingga 30 sentimeter. Selain itu, genangan air juga merendam jalan desa dengan ketinggian mencapai 40–50 sentimeter serta sekitar 2,5 hektare lahan persawahan milik warga.
Mendapat laporan banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan pemantauan, pendataan, serta menyiagakan peralatan penanganan banjir.
Pada Minggu (11/1/2026), Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra meninjau langsung lokasi banjir didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Forkopimca Dawarblandong, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Kepala Puskesmas, serta Kepala Desa Banyulegi.
“BPBD sudah sigap, sudah menyediakan air untuk disedot, ada mobil pompa, genset, dan sebagainya,” ungkap Gus Barra (sapaan akrab, red).
Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Mojokerto ini juga menyerahkan bantuan kepada warga terdampak berupa 20 paket sembako, 20 paket lauk pauk, 20 paket dignity kits, serta 20 boks paket kebersihan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.
Selain penanganan banjir dan penyaluran bantuan, Gus Barra juga memastikan kesiapsiagaan layanan kesehatan bagi warga terdampak. Puskesmas setempat telah disiagakan dengan perlengkapan kesehatan untuk memberikan pelayanan pascabanjir.
“Puskesmas sudah siaga menyiapkan peralatan kesehatannya untuk melayani masyarakat yang terkena dampak banjir. Kami berharap masyarakat selalu waspada di musim penghujan ini,” katanya.
Gus Barra juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi musim penghujan yang diperkirakan berlangsung hingga Maret mendatang. Selain itu, masyarakat juga diajak menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan sebagai upaya mengurangi risiko banjir.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto untuk selalu siaga terkait potensi bencana, baik itu banjir, puting beliung, hujan deras, dan sebagainya. Mohon untuk menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya agar dapat mengurangi dampak banjir,” pungkasnya.
Hingga Minggu siang, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, BPBD Kabupaten Mojokerto tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air susulan akibat potensi hujan di wilayah hulu Sungai Lamong. (Red)
