![]() |
| JEMPUT BOLA: Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin ketika mendatangi Kemenhub RI. (DISKOMINFO KOTA PROBOLINGGO) |
MAYANGAN, Saksimata.my.id – Perpanjangan layanan Commuter Line Supas (Surabaya–Pasuruan) hingga Stasiun Probolinggo kian mendekati realisasi. Usulan tersebut telah mendapat sinyal persetujuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dan ditargetkan mulai beroperasi sebelum Lebaran 2026.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin langsung bergerak cepat dengan mendatangi Kemenhub untuk memastikan jadwal peluncuran layanan tersebut. Dalam pertemuan dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) pekan lalu, ia menegaskan komitmen pemerintah kota untuk mengawal realisasi proyek strategis itu.
“Kami jemput bola agar layanan ini segera terealisasi. Kemenhub telah menyetujui perpanjangan hingga Probolinggo dan ditargetkan awal Maret atau sebelum Idul Fitri sudah beroperasi,” ujar Aminuddin.
Menurutnya, kehadiran Commuter Line Surabaya–Probolinggo akan memberi dampak signifikan bagi mobilitas warga. Selain mempercepat perjalanan harian masyarakat komuter, layanan ini juga diyakini mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat konektivitas wilayah, termasuk sektor pariwisata.
“Transportasi massal yang cepat, aman, dan terjangkau akan meningkatkan aktivitas ekonomi dan integrasi antarwilayah,” tegasnya.
Secara teknis, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Arif Anwar menjelaskan, perpanjangan rute dari Pasuruan ke Stasiun Probolinggo memiliki jarak 38,6 kilometer. Pengajuan ini dinilai layak karena tingginya potensi penumpang di Probolinggo.
Stasiun Probolinggo saat ini dilayani sejumlah kereta jarak menengah dan jauh, seperti Logawa, Wijaya Kusuma, Sri Tanjung, Probowangi, Mutiara Timur, hingga Tawangalun. Data DJKA mencatat, periode Januari–November 2025 terdapat 15.722 penumpang naik-turun di Stasiun Probolinggo.
“Demand-nya cukup besar. Okupansi penumpang di Probolinggo menunjukkan potensi kuat untuk dilayani Commuter Line,” jelas Arif.
Jika terealisasi, operasional Commuter Line hingga Probolinggo diprediksi akan menghidupkan kawasan sekitar stasiun dan alun-alun kota, terutama pada jam keberangkatan pagi dan sore hari. (Red)
