Semeru Luncurkan Awan Panas 5 Kilometer - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

11/01/2026

Semeru Luncurkan Awan Panas 5 Kilometer

 

Visual Gunung Semeru saat mengalami erupsi awan panas sejauh 5 kilometer.


LUMAJANG, Saksimata.my.id – Gunung Semeru kembali erupsi dengan meluncurkan awan panas sejauh 5 kilometer pada Minggu (11/1/2026) malam. Peristiwa ini mengarah ke sektor timur dan tenggara lereng gunung.

Detik-detik erupsi terekam kamera CCTV relawan di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Luncuran awan panas terlihat jelas menjalar dari puncak menuju lembah dengan jarak signifikan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27 milimeter dan durasi 11 menit 36 detik.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan erupsi mulai teramati sekitar pukul 22.25 WIB dengan kolom luncuran mencapai 2.000 meter di atas puncak. Awan panas baru berhenti sekitar pukul 22.36 WIB dengan jarak luncur final 5 kilometer.

“Benar, terjadi erupsi awan panas dengan jarak luncuran sekitar 5 kilometer ke arah timur dan tenggara,” kata Isnugroho, Minggu malam.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang langsung dikerahkan ke kawasan lereng Semeru untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan keselamatan warga.

Isnugroho menegaskan status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III (Siaga). Meski jarak luncuran masih dalam batas aman dari permukiman, masyarakat diminta tetap waspada.

“Tim BPBD sudah kami turunkan dan siaga penuh. Untuk sementara, luncuran masih berada di zona aman dari pemukiman,” ujarnya.

Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Warga juga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter karena potensi awan panas dan aliran lahar dapat meluas hingga 17 kilometer.

“Selain itu, tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah karena rawan lontaran batu pijar, serta tetap mewaspadai awan panas, guguran lava, dan lahar,” pungkas Isnugroho. (Red)

Post Top Ad