![]() |
| SIAP DITEMPATI: Hanggar di kawasan TPA Bestari, Kota Probolinggo, siap ditempati untuk pengolahan sampah menggunakan mesin RDF. |
PROBOLINGGO, Saksimata.my.id – Pemerintah Kota Probolinggo menyiapkan anggaran sekitar Rp 3,9 miliar untuk pengelolaan sampah dengan menggandeng pihak ketiga. Skema ini akan diterapkan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bestari menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Kepala Bidang Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo, Gigih Ardityawan Pratama, mengatakan pengolahan sampah dengan mesin RDF direncanakan mulai berjalan tahun ini. Namun, Pemkot belum memiliki mesin sendiri sehingga pengelolaan dilakukan oleh pihak ketiga.
“Awalnya kami merencanakan pembangunan hanggar sekaligus pengadaan mesin RDF. Namun, ada opsi yang dinilai lebih efektif, yakni pengelolaan oleh pihak ketiga,” ujar Gigih, Rabu (4/2).
Hanggar RDF di kawasan TPA Bestari telah rampung dibangun dan siap dimanfaatkan. Teknologi RDF digunakan untuk mengolah sampah organik dan anorganik residu menjadi bahan bakar alternatif melalui proses pemilahan, pencacahan, pengeringan, dan pemadatan.
Menurut Gigih, pembayaran kepada pihak ketiga akan dilakukan berdasarkan jumlah sampah yang berhasil diolah. Tarif per ton masih dalam tahap kajian.
“Pemkot membayar sesuai volume sampah yang dikelola. Mesin dan operasional menjadi tanggung jawab pihak ketiga,” katanya.
Sementara itu, penggunaan hanggar akan dikenakan biaya sewa kepada pihak ketiga. Besaran tarif sewa masih dibahas.
Pengelolaan sampah di TPA Bestari saat ini dinilai belum optimal. Setiap hari, sekitar 70 ton sampah masuk ke TPA tersebut dan berpotensi menyebabkan overload jika tidak segera ditangani.(Fahrul Mozza)
