BANGKALAN, Saksimata.my.id – Sejumlah sekolah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bangkalan dikeluhkan wali murid karena menu kering yang disalurkan selama Ramadan dinilai tidak sesuai anggaran dan kecukupan gizi.
Salah satu wali siswa di Desa Kombangan, Kecamatan Geger, berinisial MS, mengaku anaknya menerima paket untuk tiga hari berisi sepuluh kurma, tiga roti, tiga telur rebus, satu buah naga, dan satu susu kemasan 150 ml.
“Ini rasa-rasanya tidak sesuai dengan anggaran yang sudah diatur pemerintah. Apa ini memang ulah dapur SPPG-nya,” keluh MS, Senin (23/2/2026).
Ia menilai menu tersebut tidak mencukupi kebutuhan gizi anak. Bahkan, susu 150 ml untuk tiga hari dan kondisi roti yang dinilai kurang layak memicu kekecewaan.
Data Jaringan Kawal MBG Bangkalan mencatat lebih dari 30 laporan keluhan dari sejumlah kecamatan, di antaranya Kokop, Geger, Burneh, Tanah Merah, dan Tanjung Bumi. Laporan mencakup menu tidak layak konsumsi hingga dugaan ketidaksesuaian harga dengan ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).
Ketua Jaringan Kawal MBG Bangkalan Mathur Husyairi menegaskan pihaknya akan menghimpun laporan dan menyampaikannya ke BGN jika imbauan kepada SPPG tidak diindahkan.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika menyatakan ketentuan MBG kering selama Ramadan telah diatur, yakni dibagikan setiap hari kepada siswa dan maksimal rapel tiga hari untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Ia menjelaskan porsi dan anggaran tetap mengacu pada ketentuan sebelumnya, yakni Rp8.000 untuk porsi kecil (TK dan SD kelas 1-3) serta Rp10.000 untuk porsi besar (SD kelas 4-6, SMP, dan SMA).
Namun, terkait dugaan ketidaksesuaian menu di lapangan, Satgas mengaku tidak memiliki kewenangan audit. “Kalau untuk kesesuaian menu yang ditemukan di beberapa kecamatan kami tidak bisa komentar karena kami bukan auditor,” ujarnya. (Red)
