![]() |
| dr. Prayudi Tetanto memaparkan seputar kanker paru dalam Interactive Talkshow bertema "Stand Together, Facing Cancer - Bersama Hadapi Kanker" |
SURABAYA, Saksimata.my.id - Ancaman kanker paru kian mengkhawatirkan. Adi Husada Cancer Center (AHCC) menggelar aksi “We Cancervive” dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia 2026 di Surabaya, Jumat (13/2/2026). Kampanye ini menegaskan pentingnya gaya hidup aktif dan deteksi dini sebagai tameng utama menghadapi lonjakan kasus kanker, khususnya kanker paru yang kerap tak bergejala pada stadium awal.
Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Picaso Hospital Kuala Lumpur dan Harian Disway. Sinergi lintas negara ini menitikberatkan edukasi medis berbasis data serta penguatan dukungan bagi pasien kanker guna meningkatkan peluang kesembuhan.
Rangkaian peringatan diawali Senam Sehat bersama Komunitas Senam Dahlan Iskan. Aktivitas fisik dipilih sebagai simbol perlawanan terhadap gaya hidup sedentari. Secara global, perubahan perilaku melalui olahraga rutin disebut mampu menekan risiko munculnya kasus kanker baru hingga 38 persen.
Spesialis Paru AHCC dr. Prayudi Tetanto mengungkapkan kanker paru saat ini menempati urutan ketiga kasus terbanyak, namun menjadi penyumbang angka kematian tertinggi dibandingkan jenis kanker lain.
“Kanker paru sering diabaikan karena pada stadium awal tidak bergejala. Padahal kasusnya terus meningkat dan sangat mematikan jika terlambat ditangani,” tegasnya.
Menurutnya, ancaman tidak hanya mengintai perokok aktif. Perempuan sebagai perokok pasif juga berisiko tinggi. Selain itu, paparan polusi udara, asap dapur, serta faktor genetik menjadi pemicu yang semakin relevan di wilayah perkotaan.
Ia mengingatkan masyarakat segera melakukan skrining bila mengalami batuk lebih dari dua minggu, nyeri dada, atau sesak napas. “Deteksi dini adalah kunci, karena terapi medis kini semakin personal dan tepat sasaran,” ujarnya.
General Manager AHCC dr. Silvia Haniwifjaya menambahkan, kemajuan teknologi medis harus berjalan seiring dengan empati dalam pelayanan. AHCC berkomitmen menghadirkan akses kesehatan yang adil dan perawatan humanis bagi pasien kanker.
“Di balik setiap diagnosis ada manusia dengan cerita dan perjuangan unik. Kami memastikan setiap individu mendapat perawatan hangat dan setara,” katanya.
Kolaborasi lintas institusi ini diharapkan mampu memperkuat kualitas hidup pasien melalui pendekatan medis komprehensif. Pencegahan, menurut panitia, harus dimulai dari kebiasaan sederhana: aktif bergerak dan meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan organ pernapasan.(Red)
